Konfrontasi Udara Langka antara AS dan China Dekat Laut Kuning
Courtesy of InterestingEngineering

Konfrontasi Udara Langka antara AS dan China Dekat Laut Kuning

Memberikan pemahaman tentang insiden konfrontasi udara antara Amerika Serikat dan China di Laut Kuning, serta mengungkap perubahan strategi militer AS yang memiliki implikasi penting bagi dinamika keamanan di Asia Timur.

21 Feb 2026, 17.57 WIB
227 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • US Forces Korea menunjukkan kehadiran militer yang kuat di dekat zona ADIZ Tiongkok.
  • Insiden ini menyoroti ketegangan yang meningkat antara AS dan Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik.
  • Strategi First Island Chain menjadi fokus utama dalam upaya AS untuk menghambat ekspansi militer Tiongkok.
Pyeongtaek, Korea Selatan - Pada 18 Februari, insiden langka terjadi ketika sekitar 10 jet tempur AS tipe F-16 yang berasal dari Osan Air Base di Korea Selatan melakukan misi latihan di atas Laut Kuning. Dalam latihan ini, jet-jet AS mendekati Zona Identifikasi Pertahanan Udara China yang memicu respons cepat dari PLA dengan menerbangkan jet tempur mereka.
Kedua pihak bertemu dalam konfrontasi udara singkat namun intens, dengan tidak ada yang memasuki ruang udara kedaulatan satu sama lain. Tidak ada peluncuran misil atau aksi perang yang terjadi sehingga situasi tetap terkendali dan kedua pihak akhirnya mundur setelah beberapa saat.
Zona Identifikasi Pertahanan Udara atau ADIZ adalah area yang diumumkan secara sepihak oleh suatu negara untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengontrol masuknya pesawat asing. Namun, ADIZ bukanlah ruang udara kedaulatan sehingga secara hukum internasional tidak selalu diakui atau dilindungi.
Insiden ini menunjukkan perubahan strategi militer Amerika Serikat yang secara lebih terbuka menguji keberadaan dan kekuatan militernya di wilayah yang dekat dengan pantai China. Ini juga bagian dari upaya untuk memperkuat apa yang disebut rantai pulau pertama yang bertujuan membatasi akses laut China ke Samudera Pasifik.
Sementara itu, China merespons dengan mengerahkan jet tempurnya dan mungkin juga melakukan pengumpulan data intelijen untuk memahami kemampuan teknis mereka dalam menghadapi aktivitas militer AS dan sekutu yang semakin intensif di kawasan tersebut.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/innovation/us-chinese-jets-engage-over-yellow-sea

Analisis Ahli

John Delury (Profesor Studi Asia Timur di Universitas Yonsei)
"Konfrontasi ini adalah simbol nyata dari persaingan kekuatan yang semakin intens antara AS dan China, dimana kedua pihak berusaha untuk mempertahankan pengaruh di kawasan tanpa memicu konflik langsung."
Bonnie Glaser (Direktur Proyek Asia Tenggara di CSIS)
"Latihan militer oleh USFK di dekat ADIZ China adalah bagian dari strategi Amerika yang lebih luas untuk memperkuat kehadiran dan aliansi mereka terhadap upaya ekspansi China di kawasan Indo-Pasifik."

Analisis Kami

"Insiden ini memperlihatkan bagaimana kedua negara secara strategis memainkan permainan kekuatan dengan hati-hati untuk menghindari konflik terbuka sambil tetap menunjukkan kemampuan dan kesiapan mereka. Ini menandakan bahwa kawasan Asia Timur semakin menjadi pusat konfrontasi geopolitik yang membutuhkan pengelolaan diplomasi yang sangat hati-hati agar tidak berubah menjadi konflik bersenjata nyata."

Prediksi Kami

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China di kawasan Laut Kuning dan sekitarnya kemungkinan akan terus meningkat, dengan insiden-insiden serupa yang lebih sering sebagai bentuk pengujian dan penegasan kekuatan tanpa eskalasi militer besar.