Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AI Mengancam Pekerjaan Peneliti Pemula dan Data Scientist di Dunia Sains

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1mo ago) artificial-intelligence (1mo ago)
20 Feb 2026
204 dibaca
2 menit
AI Mengancam Pekerjaan Peneliti Pemula dan Data Scientist di Dunia Sains

Rangkuman 15 Detik

AI sudah mulai menggantikan pekerjaan dasar dalam penelitian, seperti pengkodean dan analisis data.
Posisi ilmuwan senior dan pekerjaan yang melibatkan eksperimen langsung dianggap lebih aman dari penggantian oleh AI.
Ada kekhawatiran bahwa pengurangan posisi pemrogram penelitian dapat mengganggu jalur karir bagi ilmuwan muda.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mulai memengaruhi pasar kerja dalam bidang penelitian ilmiah. Saat ini, AI mampu melakukan tugas-tugas seperti analisis data dan penulisan kode yang sebelumnya dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana, postdoktoral, dan staf dukungan riset. Banyak laboratorium akademik kini mempertimbangkan kembali kebutuhan untuk mempekerjakan tenaga manusia untuk pekerjaan tersebut. Pekerjaan yang lebih bersifat kognitif dan rutin, seperti pemrograman dasar dan pemodelan komputer, sudah mulai dianggap usang karena AI mampu menjalankan tugas tersebut dengan lebih baik dan efisien. Hal ini berdampak pada berkurangnya lowongan pekerjaan baru dan bahkan telah menyebabkan beberapa pemutusan hubungan kerja, terutama di bidang ilmuwan pendukung dan penerjemah ilmiah. Di sisi lain, pekerjaan yang melibatkan eksperimen langsung dan peran manajerial dalam penelitian masih dianggap relatif aman karena AI belum bisa menggantikan kreativitas dan keputusan strategis manusia dalam riset. Namun, beberapa ahli memperkirakan bahwa kemampuan AI akan terus meningkat dan mungkin bisa menyentuh area tersebut dalam waktu dekat. Penurunan jumlah pekerjaan entry-level di laboratorium akademik dikhawatirkan akan menghancurkan rantai pasokan ilmuwan masa depan, karena posisi ini sering menjadi batu loncatan bagi karier di bidang sains. Kurangnya kesempatan riset untuk mahasiswa dan peneliti muda dapat berakibat jangka panjang pada kualitas dan kuantitas penelitian ilmiah. Selain itu, profesi penerjemah ilmiah juga mengalami penurunan drastis karena kemajuan AI dalam menerjemahkan dokumen teknis secara otomatis. Beberapa penerjemah beradaptasi dengan beralih ke pekerjaan lain, namun sebagian lain terpaksa meninggalkan profesinya. Ini menjadi contoh nyata bagaimana AI telah mengubah berbagai pekerjaan di bidang sains secara langsung.

Analisis Ahli

Xuanhe Zhao
AI sudah mengambil alih pekerjaan yang dulu hanya mampu dikerjakan oleh ilmuwan pemula karena efisiensi dan kemampuannya yang jauh lebih baik.
Anton Korinek
Pekerjaan yang melibatkan tugas kognitif murni, yang selama ini identik dengan ilmuwan, akan segera diambil alih oleh AI.
Brian Hie
Posisi pemrogram riset kini sudah mulai usang karena AI dapat menulis kode dan menganalisa data dengan lebih cepat dan andal.
Jonathan Oppenheim
Meskipun AI dapat membantu dalam review manuskrip, AI belum mampu menghasilkan ide atau pertanyaan penelitian yang benar-benar baru.