
Courtesy of CNBCIndonesia
Fenomena Anomali Bitcoin Februari 2026 dan Strategi Cerdas Investor Aset Digital
Memberikan pemahaman mendalam tentang penyebab anomali penurunan harga Bitcoin meski ada berita politik baik, sekaligus menawarkan strategi cerdas untuk menghadapi volatilitas dan menjaga portofolio di pasar aset digital tahun 2026.
20 Feb 2026, 13.02 WIB
165 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Volatilitas pasar Bitcoin saat ini dapat menjadi peluang untuk strategi lindung nilai yang cerdas.
- Kejatuhan harga Bitcoin lebih disebabkan oleh faktor likuiditas dan deleveraging institusional daripada kegagalan fundamental.
- Investor harus berhati-hati dan menggunakan data untuk membuat keputusan investasi yang tepat dalam pasar aset digital.
Jakarta, Indonesia - Pada awal tahun 2026, pasar aset digital diprediksi akan merayakan kenaikan besar berkat narasi ‘Trump Trade’ yang membuat banyak analis yakin Bitcoin akan mencapai harga tertinggi baru. Namun kenyataan berbalik dengan penurunan harga Bitcoin yang drastis pada 5 Februari, mengundang kebingungan dan kepanikan bagi para investor ritel di seluruh dunia karena harga malah turun saat berita politik memuncak.
Baca juga: Pasar Kripto Tertekan, Bitcoin Turun di Bawah Rp 1.50 juta (US$90.000) Namun Ada Harapan Baru
Laporan riset Pluang menyebut fenomena ini sebagai “The Great Decoupling,” di mana harga aset digital terlepas dari narasi berita karena pengaruh penting dari likuiditas global dan tekanan utang berlebihan. Penurunan ini terutama disebabkan oleh likuidasi paksa oleh dana hedge funds besar di Hong Kong yang menggunakan leverage tinggi dan aturan margin call otomatis dari broker memicu penjualan besar-besaran Bitcoin.
Selain itu, investor institusional melalui ETF Bitcoin Spot juga memperparah tekanan dengan melakukan penarikan modal saat volatilitas melonjak, sehingga menguatkan tekanan penurunan harga. Di sisi lain, pandangan para pemain besar di pasar terpecah menjadi dua: bank konservatif seperti Standard Chartered yang menurunkan target harga karena suku bunga tinggi, versus optimisme tinggi dari Goldman Sachs dan tokoh industri seperti Michael Saylor yang optimis Bitcoin akan mencapai Rp 2.84 juta (US$170.000) hingga Rp 3.34 juta (US$200.000) .
Jason Gozali, Head of Investment Research Pluang, menegaskan bahwa koreksi ini bukan kegagalan fundamental Bitcoin namun reset struktural akibat deleveraging institusional. Dia menyarankan agar investor menggunakan volatilitas sebagai peluang dengan menerapkan strategi lindung nilai dan memanfaatkan instrumen seperti USD Yield yang memberikan imbal hasil untuk mengelola risiko dan tetap produktif dalam menunggu sinyal beli yang valid.
Laporan ini juga menunjukkan pentingnya strategi diversifikasi aset defensif seperti Crypto Emas (PAXG/XAUT) untuk HNWIs demi efisiensi pajak dan perlindungan nilai, serta menghimbau investor agar tetap disiplin dan tidak terbawa kepanikan. Secara keseluruhan, pasar Bitcoin 2026 penuh risiko namun terdapat peluang besar bagi investor yang cermat dan berbasis data.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260220113233-37-712422/bukan-kiamat-crypto-kejatuhan-harga-bitcoin-hanya-reset-struktural
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260220113233-37-712422/bukan-kiamat-crypto-kejatuhan-harga-bitcoin-hanya-reset-struktural
Analisis Ahli
Jason Gozali
"Koreksi bulan Februari adalah reset struktural akibat deleveraging institusional. Investor profesional harus melihat ini sebagai peluang untuk melindungi portofolio dan menunggu konfirmasi data institusional sebelum akumulasi agresif."
Analisis Kami
"Penurunan harga Bitcoin yang tajam bukanlah kegagalan fundamental, melainkan koreksi akibat tekanan likuiditas yang harus dipahami investor sebagai bagian dari siklus pasar. Investor yang cerdas akan memanfaatkan volatilitas ini untuk membangun posisi dengan strategi lindung nilai yang tepat, bukan mengikuti kepanikan pasar ritel."
Prediksi Kami
Pasar Bitcoin akan tetap bergejolak, namun dalam jangka panjang adopsi institusional dan inovasi produk keuangan akan mendorong harga Bitcoin menuju rekor baru, asalkan investor menggunakan strategi yang disiplin dan berbasis data.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan 'The Great Decoupling' dalam konteks pasar Bitcoin?A
'The Great Decoupling' adalah fenomena di mana harga aset terlepas dari narasi berita yang ada, terutama dipicu oleh faktor likuiditas.Q
Mengapa harga Bitcoin mengalami penurunan drastis pada Februari 2026?A
Harga Bitcoin anjlok karena likuidasi paksa dari investor institusional yang menggunakan utang margin di tengah ketidakpastian regulasi.Q
Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas likuidasi besar-besaran di pasar Bitcoin?A
Likuidasi besar-besaran dipicu oleh hedge funds besar di Hong Kong yang mengalami Margin Call ketika harga bergerak melawan posisi mereka.Q
Apa pandangan berbeda antara kubu pesimis dan optimis di Wall Street mengenai Bitcoin?A
Kubu pesimis melihat lingkungan suku bunga tinggi sebagai faktor penghambat, sementara kubu optimis percaya bahwa adopsi negara dan ETF akan menjadi katalis pertumbuhan.Q
Apa saran yang diberikan oleh Jason Gozali terkait strategi investasi di pasar Bitcoin?A
Jason Gozali menyarankan agar investor melihat volatilitas sebagai peluang untuk lindung nilai dan mengamankan likuiditas produktif.


