Bitcoin dan Ethereum Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Kripto Semakin Optimis
Finansial
Mata Uang Kripto
20 Mar 2025
215 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga memberikan sinyal positif bagi pasar kripto.
Optimisme investor terhadap Bitcoin dan Ethereum meningkat, meskipun risiko inflasi masih ada.
Peluncuran ETF spot untuk aset kripto seperti Solana dapat memperkuat minat investor terhadap altcoin.
Pasar kripto mengalami kenaikan yang signifikan setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 4,25%-4,50%. Bitcoin berhasil mencapai harga Rp 1.39 juta ($83.000) dan sempat menyentuh Rp 1.45 juta ($87.000) , sementara Ethereum kembali ke harga Rp 33.40 ribu ($2.000) setelah beberapa minggu berfluktuasi. Keputusan ini disambut baik oleh investor kripto, yang merasa lebih percaya diri setelah mendengar pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, bahwa inflasi mungkin hanya bersifat sementara.
Analisis dari Fahmi Almuttaqin menyebutkan bahwa meskipun ada optimisme, reli Bitcoin masih tergantung pada pandangan pasar terhadap risiko inflasi. Penurunan suku bunga yang tertunda dan volatilitas pasar dapat mempengaruhi kripto dalam jangka pendek. Namun, jika inflasi meningkat, Bitcoin bisa semakin dilihat sebagai "emas digital." Situasi ini juga dapat menarik minat investor institusi terhadap Bitcoin dan Ethereum, terutama dengan kemungkinan peluncuran ETF untuk aset kripto lainnya seperti Solana.
Analisis Ahli
Fahmi Almuttaqin
Optimisme investor mendorong reaksi positif terhadap kripto sebagai aset berisiko, tetapi reli Bitcoin selanjutnya masih bergantung pada pandangan pasar mengenai risiko inflasi yang membayangi. Korelasi Bitcoin dengan saham AS saat ini tetap menjadi perhatian dan narasi kripto sebagai emas digital bisa menguat bila inflasi naik signifikan.

