AI summary
Google mengembangkan model AI bernama TxGemma untuk membantu penemuan obat. Industri farmasi menunjukkan minat besar terhadap teknologi AI meskipun ada tantangan yang dihadapi. Kolaborasi antara perusahaan teknologi dan farmasi dapat mempercepat proses pengembangan obat. Pada acara kesehatan di New York, Google mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan model AI bernama TxGemma untuk penemuan obat. Model ini dapat memahami teks biasa dan struktur berbagai entitas terapeutik seperti bahan kimia, molekul, dan protein. Karen DeSalvo, kepala kesehatan di Google, menjelaskan bahwa pengembangan obat dari konsep hingga disetujui adalah proses yang panjang dan mahal, sehingga mereka bekerja sama dengan komunitas penelitian untuk membuat proses ini lebih efisien. Peneliti dapat menggunakan TxGemma untuk memprediksi sifat penting dari terapi baru, seperti seberapa aman atau efektif obat tersebut.Meskipun banyak perusahaan, termasuk Google, percaya bahwa AI dapat merevolusi penemuan obat, hasilnya belum selalu memuaskan. Beberapa perusahaan yang menggunakan AI untuk penemuan obat mengalami kegagalan dalam uji klinis. Namun, banyak perusahaan farmasi dan investor tetap optimis dengan potensi teknologi ini, dan saat ini lebih dari 460 startup AI sedang bekerja di bidang penemuan obat dengan investasi mencapai $60 miliar.
Pengembangan model AI terbuka seperti TxGemma adalah langkah maju yang penting untuk membangun kolaborasi luas dan transparansi di bidang drug discovery. Namun, tanpa kebijakan lisensi yang jelas dan kemampuan kustomisasi, adopsi komersial dan inovasi lebih lanjut mungkin akan terhambat.