AI Buat Terobosan Pecahkan Masalah Matematika Kuno Isaac Newton
Courtesy of InterestingEngineering

AI Buat Terobosan Pecahkan Masalah Matematika Kuno Isaac Newton

Menemukan solusi baru untuk masalah kissing number di dimensi tinggi menggunakan kecerdasan buatan agar dapat meningkatkan teknologi seperti penyimpanan data besar dan telekomunikasi canggih.

19 Feb 2026, 16.57 WIB
78 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • AI dapat membantu memecahkan masalah matematika rumit yang tidak dapat diselesaikan oleh manusia.
  • Masalah mencium memiliki aplikasi praktis dalam teknologi penyimpanan data dan komunikasi.
  • Penelitian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antar institusi dalam memajukan sains dan teknologi.
Shanghai, Cina - Masalah kissing number adalah teka-teki matematika yang diajukan Isaac Newton pada tahun 1694. Pertanyaan dasarnya adalah berapa banyak bola identik yang bisa menyentuh bola pusat tanpa tumpang tindih, yang diibaratkan seperti biji delima yang mengelilingi satu biji pusat. Untuk dunia tiga dimensi, jawabannya sudah lama terbukti yaitu 12 bola, bukan 13 seperti yang diperdebatkan Newton dan Gregory.
Seiring bertambahnya dimensi, masalah ini menjadi semakin rumit dan solusi yang tepat sulit ditemukan. Baru-baru ini, menggunakan metode AI canggih bernama PackingStar, para ilmuwan dari beberapa universitas dan institut di Cina berhasil mengeksplorasi dan menemukan konfigurasi bola dalam dimensi 13 yang sebelumnya belum terpecahkan.
PackingStar menggunakan dua agen AI yang bekerja sama dalam pendekatan reinforcement learning, memungkinkan mereka menemukan pola dan konfigurasi bola dalam ruang berdimensi tinggi yang sangat kompleks. Sistem ini beroperasi tanpa masukan manusia, menunjukkan kemampuan AI dalam menangani permasalahan kompleks di bidang matematika.
Penemuan ini bukan hanya penting dalam ranah teori matematika, tetapi juga memiliki potensi besar dalam teknologi, seperti membantu kompresi data agar lebih efisien dan mengoptimalkan distribusi sinyal komunikasi di bidang telekomunikasi satelit dan pengkodean kuantum. Namun, hasil dari AI ini masih perlu diuji dan diverifikasi oleh para ahli manusia.
Ke depan, kolaborasi antara kecerdasan buatan dan matematikawan diharapkan semakin berkembang, membawa kita ke era baru di mana masalah matematika yang dahulu dianggap mustahil dapat dipecahkan dengan bantuan algoritma pintar. Hal ini akan membuka peluang baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/science/scientists-push-limits-300-year-old-math-problem

Analisis Ahli

Terence Tao
"Penggunaan AI dalam masalah seperti kissing number merupakan kemajuan signifikan yang dapat mempercepat temuan matematis, tetapi verifikasi manual tetap krusial untuk validitas ilmiah."

Analisis Kami

"Pendekatan PackingStar menunjukkan kekuatan AI dalam menghadapi masalah matematis yang rumit yang tidak bisa diselesaikan manusia dengan mudah. Namun, penting bagi komunitas matematikawan untuk mengembangkan metode pembuktian formal agar hasil AI dapat diterima secara akademis dan praktis di masa depan."

Prediksi Kami

Dalam waktu dekat, penggunaan AI dalam memecahkan masalah matematika abstrak seperti kissing number di dimensi tinggi akan semakin berkembang dan membuka jalan baru dalam teknologi komunikasi dan penyimpanan data yang lebih efisien.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu masalah mencium?
A
Masalah mencium adalah pertanyaan tentang berapa banyak bola yang dapat menyentuh bola pusat tanpa tumpang tindih.
Q
Siapa yang mengajukan masalah mencium pertama kali?
A
Masalah mencium pertama kali diajukan oleh Isaac Newton dalam debat dengan David Gregory.
Q
Apa peran AI dalam menyelesaikan masalah mencium?
A
AI digunakan untuk menemukan konfigurasi tinggi dimensi yang kompleks yang tidak dapat diproses oleh komputer standar.
Q
Apa hasil solusi untuk dimensi 4 dan 24?
A
Solusi untuk dimensi 4 adalah 24, dan untuk dimensi 24 adalah 196.950.
Q
Mengapa solusi untuk masalah mencium penting dalam aplikasi dunia nyata?
A
Solusi ini penting untuk compress informasi dan mendistribusikan sinyal komunikasi secara optimal.