
Courtesy of SCMP
Tim Tiongkok Pecahkan Problem Matematika Klasik dengan AI PackingStar
Mengungkap kemajuan baru dalam memecahkan problem 'kissing number' dengan menggunakan sistem AI untuk melampaui keterbatasan intuisi manusia dan komputer standar, yang relevan untuk kemajuan teknologi penyimpanan dan komunikasi modern.
19 Feb 2026, 13.00 WIB
270 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kecerdasan buatan dapat mengubah cara kita memahami dan menyelesaikan masalah matematika yang kompleks.
- Kerjasama antara manusia dan mesin dapat menghasilkan terobosan dalam ilmu pengetahuan.
- Kemajuan dalam masalah 'kissing number' berpotensi berdampak pada teknologi penyimpanan data dan telekomunikasi.
Beijing, Tiongkok - Para ilmuwan Tiongkok berhasil membuat kemajuan besar dalam sebuah problem matematika kuno yang sudah ada lebih dari 300 tahun, yaitu problem 'kissing number'. Problem ini adalah tentang berapa banyak bola yang bisa bersentuhan dengan bola lain tanpa tumpang tindih, yang sangat sulit dipecahkan terutama untuk dimensi tinggi.
Untuk menyelesaikan problem ini, para peneliti menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) bernama PackingStar yang didasarkan pada pembelajaran penguatan. AI ini dapat mengeksplorasi dan menemukan solusi yang melampaui kemampuan intuisi manusia dan komputer biasa.
Hasil riset ini menunjukkan kekuatan AI dalam memahami geometri yang rumit dan berdimensi tinggi. Mereka mengklaim kemajuan ini sangat penting untuk bidang penyimpanan data besar dan teknologi telekomunikasi yang semakin maju.
Penelitian ini dilakukan oleh tim gabungan dari universitas dan akademi AI terkemuka di Tiongkok yaitu Peking University, Fudan University, dan Shanghai Academy of AI for Science. Mereka membagikan hasil temuan ini dalam sebuah makalah yang dipublikasikan di arXiv pada November, meskipun masih dalam tahap preprint.
Tim peneliti menyebut kolaborasi manusia dan mesin ini sebagai sebuah 'romansa' dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan bersama. Hal ini menandai era baru bagaimana AI bisa bekerja sama dengan manusia untuk memecahkan masalah lama dan kompleks.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3343961/romance-between-scientists-and-ai-leads-progress-age-old-maths-problem?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3343961/romance-between-scientists-and-ai-leads-progress-age-old-maths-problem?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Terence Tao
"Penerapan pembelajaran penguatan dalam problem matematika klasik seperti 'kissing number' sangat menjanjikan dan bisa membuka paradigma baru dalam riset matematika dan algoritma."
Maryna Viazovska
"Pendekatan AI pada geometri tinggi dapat melengkapi teknik matematis tradisional dan mempercepat penemuan solusi yang sulit ditemukan manusia."
Analisis Kami
"Kemajuan ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya alat bantu, tapi juga mitra aktif dalam penelitian matematika yang dapat memperluas wawasan kita tentang geometri tinggi. Kolaborasi manusia dan mesin dalam matematika kini membuka era baru di mana intuisi yang dulunya terbatas bisa terlebihi secara signifikan dengan bantuan teknologi."
Prediksi Kami
Di masa depan, AI akan semakin banyak digunakan untuk memecahkan problem matematis klasik dan kompleks yang sebelumnya dianggap terlalu rumit, mempercepat inovasi dalam teknologi data dan telekomunikasi.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu masalah 'kissing number'?A
Masalah 'kissing number' adalah masalah matematika yang berkaitan dengan jumlah bola yang dapat bersentuhan satu sama lain dalam ruang dimensi tinggi.Q
Siapa yang pertama kali memperkenalkan masalah 'kissing number'?A
Isaac Newton adalah yang pertama kali memperkenalkan masalah 'kissing number' dalam debat dengan David Gregory pada tahun 1694.Q
Apa peran PackingStar dalam penelitian ini?A
PackingStar adalah sistem kecerdasan buatan yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat kemajuan dalam masalah 'kissing number' dengan melampaui batas intuisi geometris manusia.Q
Apa implikasi dari kemajuan dalam masalah 'kissing number'?A
Kemajuan dalam masalah 'kissing number' memiliki implikasi untuk penyimpanan data berskala besar dan telekomunikasi yang lebih efisien.Q
Siapa saja yang terlibat dalam penelitian ini?A
Penelitian ini melibatkan Peking University, Fudan University, dan Shanghai Academy of AI for Science (SAIS).




