TLDR
Laboratorium otonom yang menggunakan AI dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dalam sintesis protein. GPT-5 menunjukkan kemampuan yang baik dalam merancang eksperimen biologi dengan akses ke literatur terkini. Keahlian manusia tetap penting meskipun teknologi laboratorium otonom semakin berkembang. Meagan Olsen, mahasiswa PhD dari Northwestern University, melakukan eksperimen besar untuk meningkatkan efisiensi pembuatan protein di laboratorium tanpa sel, dengan mencoba lebih dari 1.200 kombinasi bahan. Tujuannya adalah membuat metode yang lebih murah dibandingkan yang sudah ada.Sebuah sistem laboratorium otonom yang dikembangkan oleh OpenAI dan Ginkgo Bioworks berhasil menguji lebih dari 30.000 kondisi dalam waktu enam bulan, berhasil menurunkan biaya pembuatan protein hingga 40 persen dibandingkan hasil Olsen.Sistem tersebut menggunakan GPT-5, model bahasa besar canggih, untuk menganalisis hasil percobaan dan merancang eksperimen, yang kemudian dijalankan oleh robot laboratorium. AI ini juga dapat mengakses literatur ilmiah dan internet untuk informasi terbaru demi meningkatkan desain eksperimen.Meski robot laboratorium mampu mengotomatisasi banyak tugas sederhana, mereka masih kesulitan dalam melakukan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tangan halus atau eksperimen khusus seperti dengan jaringan atau hewan. Ini membatasi penggunaannya pada saat ini.Para ahli sepakat bahwa meskipun teknologi AI dan robotik semakin maju dan menjanjikan masa depan yang lebih efisien di bidang bioteknologi, peran dan keahlian manusia tetap penting untuk mengarahkan, mengawasi, dan melakukan eksperimen kompleks.