Harga Bitcoin Turun Signifikan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik
Courtesy of SCMP

Harga Bitcoin Turun Signifikan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik

Memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai penurunan harga Bitcoin yang dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik, serta bagaimana hal ini mempengaruhi sentimen investor dan pasar aset kripto secara umum.

18 Feb 2026, 13.06 WIB
34 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Harga Bitcoin mengalami penurunan yang signifikan sebagai respons terhadap sentimen pasar yang negatif.
  • Investor menunjukkan kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik dan dampak inflasi pada kebijakan moneter.
  • Meskipun ada kemajuan dalam adopsi Bitcoin oleh institusi tradisional, hal ini tidak tercermin dalam harga pasar.
Amerika Serikat - Harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan hingga mencapai Rp 1.11 juta (US$66.604) setelah turun sebanyak 3,2 persen dalam satu hari. Penurunan ini merupakan bagian dari tren penurunan yang telah berlangsung selama empat minggu terakhir sebagai respons terhadap kondisi ekonomi global yang semakin hati-hati.
Investor kripto menunjukkan sikap yang lebih waspada akibat berbagai faktor makroekonomi, termasuk ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga dari Federal Reserve Amerika Serikat. Hal ini membuat harga Bitcoin yang sebelumnya sempat naik turun menjadi cenderung melemah seiring dengan pasar saham AS.
Sentimen pasar kripto masih lesu meskipun ada kemajuan besar dalam adopsi oleh institusi tradisional. Namun, kemajuan ini belum tercermin dalam harga, yang membuat banyak trader dan investor merasa kurang yakin pada prospek Bitcoin dalam waktu dekat.
Situasi geopolitik yang semakin tegang di wilayah Iran juga menambah ketidakpastian pasar global. Ditambah lagi, adanya diskusi mengenai pengaruh ekonomi dari teknologi kecerdasan buatan yang mungkin berdampak lebih luas di luar sektor teknologi.
Selain itu, dana investasi berbasis Bitcoin seperti ETF yang terdaftar di Amerika Serikat juga mengalami penarikan dana bersih selama empat minggu berturut-turut, dengan total penarikan mencapai Rp 6.01 triliun (US$360 juta) . Ini menunjukkan bahwa banyak investor saat ini menarik modal dari pasar kripto, memperkuat tekanan jual yang ada.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/blockchain/article/3343879/sentiment-bleak-bitcoin-declines-geopolitical-tensions-add-risk-mood?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Noelle Acheson
"Meskipun adopsi institusional terus meningkat, harga Bitcoin tidak mencerminkan sentimen positif ini sehingga menekan pasar secara keseluruhan."

Analisis Kami

"Penurunan harga Bitcoin saat ini mencerminkan ketidakpastian yang lebih luas di pasar keuangan global, di mana investor cenderung menghindari risiko. Meskipun ada kemajuan adopsi institusional, harga yang stagnan menunjukkan bahwa pasar masih belum yakin mengenai prospek jangka panjang aset ini."

Prediksi Kami

Harga Bitcoin kemungkinan akan tetap volatil dan cenderung melemah dalam waktu dekat karena ketidakpastian ekonomi global dan sentimen pasar yang lemah, meskipun adopsi institusional terus meningkat.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa penyebab penurunan harga Bitcoin baru-baru ini?
A
Penurunan harga Bitcoin disebabkan oleh kembalinya investor ke sikap yang lebih hati-hati dalam konteks makroekonomi.
Q
Siapa yang memberikan analisis tentang sentimen pasar cryptocurrency?
A
Analisis tentang sentimen pasar cryptocurrency diberikan oleh Noelle Acheson, penulis newsletter 'Crypto is Macro Now'.
Q
Apa yang terjadi dengan ETF Bitcoin yang terdaftar di AS?
A
ETF Bitcoin yang terdaftar di AS mengalami penarikan bersih selama empat minggu berturut-turut dengan total US$360 juta ditarik pada minggu lalu.
Q
Mengapa ada kekhawatiran mengenai ketegangan geopolitik?
A
Ada kekhawatiran mengenai ketegangan geopolitik yang meningkat, terutama terkait dengan Iran.
Q
Bagaimana data inflasi mempengaruhi pandangan pasar terhadap kebijakan suku bunga?
A
Data inflasi terbaru kembali memfokuskan pandangan pasar pada kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS.