Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Persidangan Bersejarah: Media Sosial Diduga Ciptakan Ketergantungan Anak-Anak

Sains
Neurosains and Psikologi
TheJakartaPost TheJakartaPost
10 Feb 2026
233 dibaca
2 menit
Persidangan Bersejarah: Media Sosial Diduga Ciptakan Ketergantungan Anak-Anak

Rangkuman 15 Detik

Kasus ini menyoroti potensi bahaya kecanduan media sosial pada anak-anak.
Meta dan YouTube dituduh merancang platform mereka untuk menciptakan kecanduan.
Hasil dari kasus ini bisa mempengaruhi litigasi serupa di seluruh Amerika Serikat.
Sebuah persidangan penting di Los Angeles, Amerika Serikat, menuduh perusahaan media sosial besar seperti Meta dan YouTube sengaja membuat aplikasi mereka menjadi sangat adiktif bagi anak-anak. Tuduhan ini berangkat dari pengalaman seorang wanita berusia 20 tahun yang mengaku mengalami kerusakan mental akibat kecanduan media sosial sejak kecil. Kasus ini menandai titik penting yang bisa menentukan bagaimana hukum melihat tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap pengguna muda mereka. Mark Zuckerberg, CEO Meta, dan Adam Mosseri, bos Instagram, dijadwalkan hadir di persidangan ini untuk memberikan kesaksian. Di sisi lain, pengacara penggugat menggunakan cara yang mengingatkan pada kasus industri tembakau di masa lalu, yakni menunjukkan bahwa perusahaan dengan sadar menciptakan ketergantungan yang membahayakan kesehatan mental anak-anak demi keuntungan finansial. Mereka menggambarkan Meta dan YouTube bukan hanya membuat aplikasi, melainkan 'jebakan' untuk anak-anak. Pihak Meta membantah tuduhan tersebut dan berargumen bahwa masalah yang dialami oleh penggugat lebih disebabkan oleh faktor pribadi seperti bullying dan gangguan harga diri, bukan penggunaan Instagram secara spesifik. Mereka juga menyoroti bahwa catatan medis tidak pernah menyebutkan adanya kecanduan Instagram sebagai penyebab utama masalah tersebut. Sementara itu, YouTube menyatakan bahwa tuduhan yang dilayangkan tidak benar dan mereka terus berupaya memperbaiki perlindungan bagi pengguna muda. Selain Meta dan YouTube, Snapchat dan TikTok juga pernah menjadi terdakwa dalam gugatan yang sama, namun keduanya telah mencapai penyelesaian sebelum persidangan dimulai. Kasus ini menjadi embrio bagi ribuan gugatan serupa yang sedang berjalan di berbagai pengadilan di Amerika Serikat, yang semuanya menuduh platform media sosial menyebabkan kecanduan hingga masalah mental serius pada anak-anak dan remaja. Jika pengadilan memutuskan mendukung penggugat, hal ini bisa menjadi preseden penting yang memaksa perusahaan teknologi mengubah cara mereka mendesain platform. Dampaknya besar karena bisa mengubah praktik bisnis global mereka dan meningkatkan perlindungan hukum bagi pengguna muda di seluruh dunia. Ini juga membuka peluang bagi peningkatan kesadaran publik terkait dampak buruk media sosial jika tidak digunakan dengan tepat.

Analisis Ahli

Mark Lanier
Meta dan YouTube dengan sengaja membuat aplikasi yang adiktif untuk anak-anak, merusak otak mereka dengan desain yang disengaja.
Paul Schmidt
Masalah mental penggugat lebih terkait dengan faktor eksternal seperti perundungan dan bukan Instagram.
Matthew Bergman
Kasus ini merupakan langkah bersejarah pertama yang menghadapkan perusahaan media sosial pada tanggung jawab hukum atas kerusakan pada anak-anak.