Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Inner Mongolia Bangun Pembangkit Energi Fleksibel Gabungkan Batu Bara dan Energi Hijau

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (2mo ago) climate-and-environment (2mo ago)
16 Feb 2026
47 dibaca
2 menit
Inner Mongolia Bangun Pembangkit Energi Fleksibel Gabungkan Batu Bara dan Energi Hijau

Rangkuman 15 Detik

Inner Mongolia akan membangun dua pembangkit listrik baru yang menggunakan kombinasi batubara dan energi terbarukan.
Pembangkit listrik ini dirancang untuk mengisi kekurangan energi dari sumber energi terbarukan seperti angin dan solar.
Proyek ini menunjukkan perubahan strategi dalam penggunaan batubara di Tiongkok, berfokus pada integrasi dengan energi hijau.
Inner Mongolia akan mulai membangun dua pembangkit listrik baru yang menggunakan kombinasi energi batu bara dan energi terbarukan seperti angin dan surya. Pembangkit ini dirancang untuk memberikan energi yang fleksibel dan dapat diandalkan, terutama untuk mengisi kekurangan energi dari sumber terbarukan. Proyek ini dilaksanakan di wilayah Kubuqi Desert dan bertujuan menyediakan listrik untuk pusat ekonomi penting di China yaitu Shanghai dan Provinsi Jiangsu. Ini merupakan langkah perubahan strategi dalam penggunaan batu bara di China. Pembangkit listrik di Shanghai akan memiliki kapasitas besar, termasuk 8 gigawatt tenaga surya, 4,5 gigawatt tenaga angin, 2,6 gigawatt tenaga batu bara, dan 9 gigawatt-jam penyimpanan energi baru. Pembangkit di Jiangsu memiliki kapasitas serupa meski sedikit lebih kecil dalam bagian tenaga angin dan penyimpanan energi. Dengan cara ini, batu bara tidak lagi berfungsi sebagai sumber energi utama, tetapi sebagai cadangan untuk mendukung pasokan energi ketika sumber terbarukan tidak mencukupi. Ini membantu mencapai keseimbangan antara keberlanjutan dan keandalan energi. Langkah ini menunjukkan bahwa Inner Mongolia berupaya memanfaatkan cadangan batubara besar sekaligus mengembangkan energi hijau, menjadikannya model yang relevan bagi transisi energi di masa depan, khususnya di negara yang besar dan membutuhkan energi andal seperti China.

Analisis Ahli

Dr. Wang Jian (Ahli Energi Terbarukan)
Pendekatan pembangkit fleksibel ini merupakan kombinasi pragmatis yang akan membantu menjaga stabilitas jaringan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada batu bara sebagai sumber utama.
Prof. Li Mei (Pakarnya Kebijakan Energi)
Strategi ini mencerminkan bagaimana Tiongkok secara progresif mengeksplorasi solusi transisi energi sambil memanfaatkan aset sumber daya yang ada untuk mendukung ekonomi besar seperti Shanghai dan Jiangsu.