Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Blackstone Investasi Rp 10.02 triliun ($600 Juta) Ke Neysa Untuk Kembangkan Infrastruktur AI India

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
16 Feb 2026
1333 dibaca
2 menit
Blackstone Investasi Rp 10.02 triliun ($600 Juta)  Ke Neysa Untuk Kembangkan Infrastruktur AI India

TLDR

Neysa memperoleh investasi besar dari Blackstone untuk memperluas kapasitas GPU di India.
Permintaan untuk infrastruktur AI lokal di India berkembang pesat seiring dengan kebutuhan dari berbagai sektor.
Neysa berfokus pada penyediaan dukungan pelanggan yang lebih baik dibandingkan penyedia infrastruktur tradisional.
Neysa, sebuah startup infrastruktur AI asal India, baru-baru ini mendapatkan investasi hingga 600 juta USD dari perusahaan ekuitas swasta Amerika, Blackstone, serta beberapa mitra lainnya. Investasi ini untuk membantu Neysa memperbesar kapasitas komputasi GPU domestiknya, sebuah langkah penting karena kebutuhan AI di India terus melonjak.Saat ini, India masih memiliki kurang dari 60.000 GPU, angka yang relatif kecil dibandingkan permintaan yang diperkirakan akan naik hampir 30 kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan AI di berbagai sektor, mulai dari layanan pemerintah, perusahaan finansial dan kesehatan, hingga pengembang AI lokal yang membutuhkan penyimpanan data yang sesuai aturan.Neysa berfokus menyediakan infrastruktur GPU yang dikustomisasi dan layanan pelanggan cepat yang tidak bisa dipenuhi oleh penyedia cloud besar internasional. Mereka menyediakan hardware dan software untuk membantu pelatihan, penyesuaian serta deploy model AI di dalam negeri. Saat ini, Neysa memiliki sekitar 1.200 GPU dan menargetkan pertumbuhan kapasitas menjadi lebih dari 20.000 GPU.Selain investasi ekuitas, Neysa juga berencana mengumpulkan 600 juta USD dana pinjaman agar bisa segera menciptakan cluster GPU besar-besaran lengkap dengan jaringan dan penyimpanan data. Sebagian modal juga akan dipakai untuk riset dan pengembangan software yang mendukung orkestrasi dan keamanan infrastruktur mereka.Pendiri Neysa, Sharad Sanghi, mengatakan bahwa mereka optimistis dapat mengantarkan peningkatan kapasitas komputasi lebih dari tiga kali lipat pada tahun depan dan menargetkan ekspansi bisnis di luar India seiring perkembangan kebutuhan AI global yang terus bertambah.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.