
Courtesy of CNBCIndonesia
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Selama Seminggu ke Depan di Indonesia
Memberikan informasi mengenai kondisi cuaca ekstrem terbaru di Indonesia serta potensi hujan lebat dan angin kencang selama sepekan ke depan sehingga masyarakat dapat waspada dan mempersiapkan diri.
06 Feb 2026, 13.45 WIB
86 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Cuaca ekstrem di Indonesia disebabkan oleh kombinasi beberapa fenomena atmosfer.
- BMKG memberikan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat dan angin kencang.
- Aktivitas konvektif yang meningkat dapat mempengaruhi banyak wilayah di Indonesia dalam waktu dekat.
Indonesia, Indonesia - Dalam seminggu terakhir, beberapa wilayah di Indonesia mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang. Fenomena ini terjadi akibat beberapa faktor atmosfer yang saling berinteraksi, seperti Monsun Asia yang membawa udara basah dari wilayah Asia ke Indonesia sehingga meningkatkan kelembaban udara dan potensi hujan.
Selain itu, nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang negatif mengindikasikan adanya tutupan awan tebal dan aktivitas konveksi yang tinggi, yang menjadi penyebab terbentuknya awan hujan secara intensif. Ditambah lagi, fenomena Madden-Julian Oscillation dan gelombang atmosfer seperti Rossby dan Kelvin turut memperkuat proses pembentukan awan hujan di beberapa wilayah bagian timur Indonesia.
Siklon Tropis PENHA di Laut Filipina dan bibit siklon 98P yang muncul di Australia juga menambah dinamika cuaca di Indonesia. Kedua fenomena ini meningkatkan peluang hujan sedang hingga lebat dan angin kencang, terutama di wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan sekitarnya. Gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan sekitar Maluku dan Papua Barat Daya.
BMKG juga menyampaikan bahwa Monsun Asia masih dominan hingga pertengahan Februari 2026. Kondisi ini membuat sejumlah daerah di Indonesia harus waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang. Daftar wilayah dengan status waspada dan siaga telah diumumkan, antara lain beberapa provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Mengingat berbagai fenomena atmosfer tersebut masih aktif dan berpengaruh, BMKG terus mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dan mempersiapkan diri. Potensi hujan deras dan angin kencang yang berlangsung beberapa hari ke depan berisiko menimbulkan banjir dan kerusakan, khususnya di daerah rawan bencana alam.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260206132359-37-708831/jakarta-siaga-hujan-sangat-lebat-bmkg-keluarkan-peringatan-baru
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260206132359-37-708831/jakarta-siaga-hujan-sangat-lebat-bmkg-keluarkan-peringatan-baru
Analisis Ahli
Ahmad Suryana (Meteorolog BMKG)
"Aktivitas Monsun Asia dan dampak siklon tropis mampu meningkatkan intensitas curah hujan signifikan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur dan Sulawesi. Waspada terus diperlukan khususnya di daerah rawan banjir dan longsor karena fenomena ini masih akan berlangsung beberapa minggu mendatang."
Analisis Kami
"Fenomena atmosfer kompleks seperti Monsun Asia dan siklon tropis jelas menunjukkan betapa dinamika iklim regional sangat berpengaruh terhadap cuaca Indonesia. Kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat terhadap pola cuaca ini menjadi kunci penting untuk meminimalisir dampak risiko yang mungkin timbul di berbagai sektor, terutama pertanian dan infrastruktur."
Prediksi Kami
Potensi terjadinya hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi kemungkinan akan berlanjut dan bahkan meningkat di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di bagian timur dan kawasan sekitar Maluku serta Papua, sehingga masyarakat perlu terus waspada terhadap risiko banjir dan gangguan transportasi.





