Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BMKG Prakiraan Hujan Ekstrem dan Angin Kencang di Indonesia Pekan Ini

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
20 Jan 2026
162 dibaca
1 menit
BMKG Prakiraan Hujan Ekstrem dan Angin Kencang di Indonesia Pekan Ini

AI summary

BMKG memberikan peringatan tentang potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam waktu dekat.
Siklon Tropis Nokaen dan Bibit 97S berpotensi mempengaruhi cuaca di Indonesia.
Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap perubahan cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami hujan dengan intensitas tinggi, termasuk wilayah Sumatera Selatan, Banten, Jakarta, dan beberapa provinsi di Jawa, NTB, dan Sulawesi Selatan. Hujan ini bahkan mencapai intensitas ekstrem di beberapa tempat.BMKG menjelaskan bahwa cuaca ekstrem disebabkan oleh kombinasi faktor yang meliputi keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia. Siklon tropis Nokaen di Laut Filipina diperkirakan menguat dan akan mempengaruhi pola angin di utara Indonesia Timur.Selain itu, terdapat bibit siklon tropis yang disebut 97S yang juga memengaruhi pola konvergensi angin di sekitar wilayah Timor dan Laut Arafuru. Kondisi ini berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan yang dapat menyebabkan hujan lebat.Dalam pekan mendatang, BMKG memprediksi adanya peningkatan seruan dingin dari Asia yang semakin menguatkan monsun, sehingga cuaca ekstrem termasuk hujan lebat dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatera bagian Selatan dan Pulau Jawa.BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana terkait cuaca ekstrem dan menyesuaikan aktivitas, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan dan kegiatan luar ruangan.

Experts Analysis

Dr. Agus Santoso (Meteorolog Indonesia)
Penguatan siklon dan monsun Asia ini merupakan peringatan nyata bahwa perubahan iklim global memperburuk kondisi cuaca lokal. Penting untuk memperkuat sistem peringatan dini agar masyarakat dapat segera merespon bencana hidrometeorologi.
Prof. Siti Nurhaliza (Ahli Klimatologi)
Perpaduan faktor regional dan global ini mengindikasikan tren meningkatnya kejadian cuaca ekstrem, yang perlu diantisipasi dengan adaptasi kebijakan lingkungan dan mitigasi risiko yang lebih terintegrasi.
Editorial Note
Fenomena cuaca ekstrem ini menunjukkan bagaimana dinamika atmosfer global dan regional saling berinteraksi, memicu potensi bencana di Indonesia yang masih rentan. Kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah sangat krusial karena dampak cuaca ini bisa memengaruhi banyak sektor, dari infrastruktur hingga kesehatan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.