Serangan Ransomware Lumpuhkan Sistem La Sapienza, Universitas Besar di Roma
Courtesy of TechCrunch

Serangan Ransomware Lumpuhkan Sistem La Sapienza, Universitas Besar di Roma

Memberikan informasi terkait serangan ransomware yang melumpuhkan sistem digital Universitas La Sapienza dan upaya pemulihannya agar pembaca memahami cara penanganan insiden siber di institusi pendidikan besar.

06 Feb 2026, 02.00 WIB
48 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Universitas La Sapienza mengalami serangan ransomware yang mengganggu sistem digitalnya.
  • Kelompok peretas Femwar02 menggunakan malware baru bernama BabLock dalam serangan ini.
  • Meskipun ada gangguan, ujian tetap berlangsung dan mahasiswa dapat berkomunikasi dengan profesor secara langsung.
Roma, Italia - Universitas La Sapienza di Roma, salah satu universitas terbesar di Eropa dengan sekitar 120.000 mahasiswa, mengalami gangguan sistem komputer selama tiga hari akibat serangan yang diduga ransomware. Universitas mematikan sistemnya sebagai tindakan pencegahan dan tengah berusaha mengembalikan layanan dari data cadangan yang tidak terpengaruh.
Beberapa saluran komunikasi seperti email dan komputer kerja saat ini berfungsi terbatas, dan situs web universitas masih belum dapat diakses. Kelompok peretas yang belum dikenal sebelumnya, bernama Femwar02, diduga menggunakan malware BabLock dalam serangan ini.
Hacker mengirimkan permintaan tebusan berupa link yang memiliki hitungan mundur selama 72 jam—hanya aktif jika link tersebut diklik oleh pihak universitas. Meskipun demikian, universitas tetap melaksanakan ujian dengan mekanisme pendaftaran langsung melalui dosen dan menyediakan titik informasi bagi mahasiswa di kampus.
Institusi pendidikan sering menjadi target serangan siber, seperti contoh sebelumnya grup ShinyHunters yang meretas Harvard dan University of Pennsylvania tahun lalu untuk mencuri data tanpa mengenkripsi sistem. Kedua universitas tersebut tidak membayar tebusan kepada peretas.
Saat ini, penyelidikan masih berlangsung oleh Badan Siber Nasional Italia dan universitas berupaya secepat mungkin memulihkan sistem agar mahasiswa dan staf dapat kembali menggunakan layanan digital tanpa gangguan.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/05/one-of-europes-largest-universities-knocked-offline-for-days-after-cyberattack/

Analisis Ahli

Dr. Andi Wijaya (Ahli Keamanan Siber Universitas Indonesia)
"Kasus ini memperlihatkan pentingnya ketahanan siber di sektor pendidikan yang sering terabaikan. Perlu pendekatan holistik mulai dari peningkatan teknologi sampai pelatihan keamanan bagi seluruh sivitas akademika."
Maria Rossi (Konsultan Cybersecurity Italia)
"Penggunaan malware BabLock oleh kelompok Femwar02 adalah tanda berkembangnya ancaman siber yang lebih canggih dan spesifik pada institusi pendidikan di Eropa, sehingga kolaborasi nasional dan internasional sangat diperlukan."

Analisis Kami

"Serangan ransomware ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan besar masih rentan terhadap kejahatan siber meskipun memiliki sumber daya. Universitas harus lebih proaktif dalam mengedukasi staf dan mahasiswa soal risiko keamanan digital serta memperkuat sistem backup dan pemulihan data secara rutin."

Prediksi Kami

Universitas dan institusi pendidikan lain kemungkinan akan meningkatkan keamanan siber mereka secara signifikan dan memperketat protokol untuk mencegah serangan serupa di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan sistem komputer La Sapienza?
A
Sistem komputer La Sapienza mengalami kerusakan akibat serangan ransomware yang berlangsung selama tiga hari.
Q
Siapa yang diduga bertanggung jawab atas serangan ini?
A
Kelompok peretas yang diduga bertanggung jawab adalah Femwar02.
Q
Bagaimana La Sapienza menangani serangan ransomware ini?
A
La Sapienza menanggapi serangan dengan menutup sistemnya dan bekerja untuk memulihkan layanan digital menggunakan cadangan yang tidak terpengaruh.
Q
Apa yang dilakukan mahasiswa La Sapienza terkait ujian selama gangguan ini?
A
Mahasiswa masih dapat melaksanakan ujian, tetapi mereka harus mendaftar langsung dengan profesor.
Q
Apa jenis malware yang digunakan oleh kelompok peretas?
A
Jenis malware yang digunakan oleh kelompok peretas adalah BabLock.