Kelangkaan Chip RAM Global Picu Kenaikan Harga RAM di Indonesia Hingga Jutaan
Teknologi
Gadgets dan Wearable
02 Feb 2026
77 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kenaikan harga RAM DDR 4 dan DDR 5 terjadi akibat kelangkaan global yang berlanjut.
Permintaan tinggi untuk chip AI mengalihkan perhatian produsen dari chip konvensional.
Meskipun harga naik, kebutuhan mendesak membuat konsumen tetap mencari RAM untuk perangkat mereka.
Harga chip RAM di Indonesia mengalami kenaikan signifikan akibat kelangkaan chip RAM secara global. Penjual di ITC Kuningan, Jakarta, melaporkan harga RAM DDR4 dan DDR5 telah naik sejak akhir 2025 dengan harga DDR5 16GB yang naik hingga Rp 3,8 juta.
Stok RAM masih tersedia tapi tidak sebanyak biasanya, sehingga pembeli dan penjual sama-sama merasa was-was dalam membeli. Meski demikian, beberapa konsumen tetap membeli RAM karena kebutuhan mendesak seperti memperbaiki laptop yang rusak.
Kenaikan harga RAM juga memaksa sebagian pembeli untuk mempertimbangkan trade-in dengan laptop baru karena harga RAM tertentu sudah mendekati harga satu unit laptop baru, contohnya RAM DDR5 32GB yang bisa mencapai Rp 7-8 juta.
IDC memproyeksikan kesenjangan antara pasokan dan permintaan RAM akan berlanjut hingga pertengahan 2026 dan masalah akan mulai membaik di semester kedua 2026, namun harga tetap tinggi sampai awal 2027. Hal ini dipicu oleh investasi masif di chip AI yang mengurangi produksi chip konvensional.
Dampak dari kenaikan harga RAM juga dirasakan di pasar perangkat bekas, khususnya pada smartphone dan PC. Kenaikan harga di pasar resmi memicu permintaan di pasar second, yang pada gilirannya juga menyebabkan kenaikan harga perangkat bekas.
Analisis Ahli
Vanessa (IDC Researcher)
Kondisi kelangkaan pasokan RAM disebabkan oleh perpindahan fokus investasi produsen ke chip AI dan hyperscale, sehingga segmen perangkat konvensional harus menunggu hingga semester II 2026 untuk mulai mengalami perbaikan.

