Elon Musk Jadi Tokoh Paling Tidak Disukai di AS Mengalahkan Netanyahu
Courtesy of CNBCIndonesia

Elon Musk Jadi Tokoh Paling Tidak Disukai di AS Mengalahkan Netanyahu

Memberikan informasi hasil survei Gallup tentang figur publik yang paling disukai dan tidak disukai oleh warga AS, serta menggambarkan perubahan popularitas tokoh-tokoh penting guna memahami dinamika opini publik di Amerika Serikat.

01 Feb 2026, 16.15 WIB
143 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Elon Musk menjadi sosok paling tidak disukai di AS, mengalahkan tokoh politik lainnya.
  • Survei menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pejabat tinggi di pemerintahan AS.
  • Paus Leo XIV dan beberapa tokoh lainnya mendapatkan poin positif tertinggi dalam survei ini.
Jakarta, Amerika Serikat - Survei terbaru yang dilakukan oleh Gallup pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa Elon Musk menjadi figur paling tidak disukai oleh warga Amerika Serikat. Survei ini melibatkan 14 tokoh publik global yang dikenal luas dan menilai tingkat suka serta tidak suka dari warga AS.
Poin ketidaksukaan Musk mencapai -28, menyingkirkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang meraih skor -23. Netanyahu dikenal sebagai tokoh sayap kanan yang cukup kontroversial di mata warga AS.
Selain Musk dan Netanyahu, pejabat tinggi AS seperti Marco Rubio, Donald Trump, Pete Hegseth, Gavin Newsom, dan JD Vance juga mengalami penurunan popularitas yang signifikan sejak survei sebelumnya pada Januari 2025.
Marco Rubio, misalnya, turun drastis dari skor positif 8 menjadi -16, akibat kebijakannya dalam memangkas bantuan internasional USAID. Sementara itu, tokoh yang mengalami kenaikan popularitas adalah mantan Presiden Joe Biden dengan skor -11.
Di sisi lain, tokoh yang paling disukai oleh warga AS adalah Paus Leo XIV dengan skor 46, kemudian Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Senator Bernie Sanders yang juga mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260201132114-37-707085/saking-banyaknya-orang-benci-elon-musk-netanyahu-sampai-kalah

Analisis Ahli

Dr. Amanda Smith (Ahli Ilmu Politik)
"Survei Gallup ini mengindikasikan adanya perubahan signifikan dalam persepsi publik terhadap elite politik dan bisnis di AS, yang dapat memicu gelombang perubahan politik di pemilu mendatang."
Prof. Michael Reynolds (Sosiolog)
"Tingkat ketidaksukaan yang tinggi terhadap tokoh berpengaruh bisa menjadi refleksi ketidakpuasan masyarakat terhadap ketimpangan sosial dan isu-isu kebijakan yang belum terselesaikan di negara tersebut."

Analisis Kami

"Penurunan popularitas tokoh seperti Elon Musk dan Marco Rubio menunjukkan bahwa masyarakat AS semakin kritis terhadap figur yang dianggap kontroversial atau kebijakannya merugikan kepentingan publik. Ketidakpuasan ini juga mungkin mencerminkan keresahan sosial dan politik yang lebih luas di Amerika Serikat, yang harus diantisipasi oleh para pemimpin dan pembuat kebijakan."

Prediksi Kami

Popularitas tokoh-tokoh di AS kemungkinan akan terus bergejolak, dengan tokoh bisnis dan politik yang kontroversial menghadapi kritik publik yang semakin tajam, yang bisa berdampak pada karier politik dan pengaruh mereka di masa depan.