Apple Kembali Rajai Pasar Smartphone Global dengan IPhone 17 di 2025
Teknologi
Gadgets dan Wearable
16 Jan 2026
179 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pasar smartphone global menunjukkan pertumbuhan positif setelah pandemi, dengan fokus pada segmen premium.
Apple berhasil mengembalikan posisinya sebagai pemimpin pasar berkat peluncuran iPhone 17.
Perusahaan seperti Xiaomi dan Oppo menghadapi tantangan dalam mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan yang ketat.
Pasar smartphone dunia menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan stabilisasi setelah masa sulit selama pandemi Covid-19. Sepanjang tahun 2025, pasar ini tumbuh sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama ditopang oleh pemasaran efektif dan adopsi teknologi 5G di negara berkembang.
Apple berhasil bangkit menjadi pemimpin pasar smartphone global dengan peluncuran seri iPhone 17 yang mendapat sambutan positif. Produk ini membantu Apple meraih pertumbuhan 10% dan menguasai 20% pangsa pasar sepanjang tahun 2025.
Samsung, yang sebelumnya menjadi raja pasar pada 2024, harus rela turun ke posisi kedua meski tetap mencatat pertumbuhan positif sebesar 5% dengan pangsa pasar 19%. Sementara itu, Xiaomi dan Vivo mengalami stagnasi, sedangkan Oppo mencatat penurunan penjualan.
Tren pasar menunjukkan perpindahan preferensi konsumen ke segmen premium, sehingga merek-merek yang fokus pada produk dengan harga tinggi lebih diuntungkan. Perubahan ini menyebabkan produsen smartphone asal China mulai tergeser dari posisi puncak di pasar global.
Kendati ada tekanan dari kebijakan tarif Amerika Serikat pada awal tahun 2025, dampaknya mulai berkurang seiring waktu berkat adaptasi strategi produsen dan dinamika geopolitik yang berkembang. Pasar global juga tidak tumbuh merata, dengan beberapa wilayah seperti Jepang, Timur Tengah, dan Afrika mengalami pertumbuhan signifikan.
Analisis Ahli
Shilpi Jain
Pertumbuhan pasar smartphone cenderung naik ke segmen harga lebih tinggi karena konsumen lebih memilih upgrade perangkat premium.Varun Mishra
Ekspansi Apple dan permintaan yang tumbuh di negara berkembang menegaskan kekuatan portofolio produk Apple yang lebih lengkap.
