Eropa dan Kanada Dorong Kemandirian Pertahanan dan AI di Era Geopolitik Baru
Courtesy of Forbes

Eropa dan Kanada Dorong Kemandirian Pertahanan dan AI di Era Geopolitik Baru

Mendorong pemahaman bahwa negara-negara Eropa dan negara menengah harus mengembangkan kemandirian dalam pertahanan dan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), agar tidak sepenuhnya bergantung pada kekuatan besar yang kini mulai menerapkan kebijakan hegemonik dan proteksionisme.

28 Jan 2026, 23.07 WIB
291 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Eropa harus meningkatkan kemandirian pertahanan dan tidak mengandalkan kekuatan besar untuk keselamatannya.
  • Negara-negara menengah harus mengembangkan strategi dan aliansi baru untuk menghadapi tantangan geopolitik.
  • AI dapat menjadi alat yang berguna dalam memahami dan merumuskan strategi geopolitik.
Brussels, Belgia - Dunia saat ini sedang mengalami pergeseran besar dalam tatanan geopolitiknya. Negara-negara Eropa dan negara menengah seperti Kanada tidak lagi bisa sepenuhnya bergantung pada perlindungan dari kekuatan besar seperti Amerika Serikat. Banyak dari mereka mulai menyadari pentingnya kemandirian dalam keamanan dan pertahanan, mengingat adanya tantangan baru dan ketidakpastian dari hubungannya dengan kekuatan besar dunia.
Kaja Kallas, diplomat utama Uni Eropa, menegaskan bahwa Eropa harus mulai beradaptasi dengan realitas baru ini. Eropa harus bisa bertahan dan berkembang tanpa harus selalu mengandalkan Amerika Serikat sebagai penjaga utama. Pernyataan ini menandai perubahan besar dalam cara negara-negara Eropa memandang hubungan transatlantik dan kedaulatan sendiri dalam pertahanan.
Mark Carney dari Kanada juga ikut menyuarakan pentingnya perubahan. Ia menyoroti bagaimana tatanan dunia berbasis aturan yang selama ini diandalkan mulai mengalami keretakan karena dominasi kekuatan besar yang menjalankan kebijakan tanpa batas dan pragmatisme yang merugikan negara lain. Negara-negara menengah harus mengambil posisi strategis dengan membangun aliansi dan sistem baru yang sesuai dengan nilai-nilai seperti hak asasi manusia dan solidaritas.
Salah satu aspek penting yang dibahas adalah peran kecerdasan buatan (AI). Carney menyatakan bahwa negara-negara yang tidak mengembangkan kapasitas AI sendiri akan tergantung pada kekuatan besar atau perusahaan teknologi raksasa. Dengan kolaborasi di bidang AI, negara-negara demokratis bisa membentuk ruang baru yang lebih aman dan mandiri dalam era teknologi tinggi ini.
Tapi di sisi lain, pakar AI Geoff Hinton punya pandangan yang unik. Ia menyebut bahwa untuk bertahan hidup di era AI, hubungan antara manusia dan AI harus seperti hubungan ibu dan anak, di mana entitas yang lebih kuat menjaga yang lebih lemah. Namun, ini jauh dari realitas politik antarnegara yang biasanya penuh dengan kepentingan dan persaingan. Dengan begitu, kemandirian pertahanan dan teknologi menjadi kunci utama menghadapi masa depan yang penuh gejolak.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/johnwerner/2026/01/28/ai-independence-and-other-imperatives-mark-carney-at-davos/

Analisis Ahli

Kaja Kallas
"Eropa harus beradaptasi secara struktural dan tidak lagi menjadi prioritas utama Amerika Serikat, sehingga kemandirian strategis sangat penting untuk keberlangsungan keselamatan kontinen."
Mark Carney
"Tatanan dunia berbasis aturan sedang runtuh, dan negara menengah harus mengambil peran aktif membangun sistem baru yang berlandaskan nilai-nilai demokrasi dan solidaritas."
Geoff Hinton
"Kita harus memperlakukan AI dengan pendekatan seperti hubungan ibu-anak, di mana entitas yang lebih kuat menjaga yang lebih lemah, meskipun ini sulit diterapkan dalam konteks politik antarnegara."

Analisis Kami

"Perubahan paradigma geopolitik ini menandai era baru di mana solidaritas dan kepercayaan lama di antara negara-negara mulai luntur, memaksa setiap negara untuk lebih mandiri dalam bidang pertahanan dan teknologi. Kecerdasan buatan bukan hanya alat teknologi, tapi juga simbol kedaulatan digital yang menjadi kunci keberlangsungan politik dan ekonomi di abad 21."

Prediksi Kami

Pada masa depan, negara-negara Eropa dan negara menengah akan semakin memperkuat kemandirian strategis dan teknologi mereka, terutama dalam bidang pertahanan dan kecerdasan buatan, mengurangi ketergantungan pada kekuatan besar dan membentuk aliansi serta jaringan baru yang lebih adaptif terhadap realitas geopolitik yang berubah.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dikatakan Kaja Kallas tentang ketahanan Eropa?
A
Kaja Kallas menyatakan bahwa Eropa harus beradaptasi dengan realitas baru dan tidak dapat mengandalkan kekuatan besar untuk keselamatannya.
Q
Mengapa Mark Carney menekankan pentingnya otonomi strategis bagi negara-negara menengah?
A
Mark Carney menekankan bahwa negara-negara menengah perlu mengembangkan otonomi strategis untuk menghadapi risiko dari kekuatan besar yang menggunakan kekuatan ekonomi sebagai senjata.
Q
Apa yang menjadi fokus utama Uni Eropa saat ini?
A
Fokus utama Uni Eropa saat ini adalah meningkatkan kemandirian pertahanan dan menanggapi tantangan geopolitik yang berkembang.
Q
Bagaimana AI dapat berperan dalam geopolitik menurut artikel ini?
A
AI dapat membantu dalam memahami dinamika geopolitik tanpa bias emosional, sehingga dapat digunakan sebagai alat penelitian.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'tatanan internasional berbasis aturan'?
A
Tatanan internasional berbasis aturan merujuk pada sistem di mana negara-negara beroperasi dengan mengikuti prinsip-prinsip yang disepakati, meskipun kenyataannya sering kali tidak sesuai.