Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenaikan Harga Layanan Cloud Di China Terpicu Oleh Lonjakan Permintaan AI Dan Biaya Memori

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
28 Jan 2026
1218 dibaca
2 menit
Kenaikan Harga Layanan Cloud Di China Terpicu Oleh Lonjakan Permintaan AI Dan Biaya Memori

TLDR

Penyedia layanan cloud di China sedang mempertimbangkan kenaikan harga akibat tekanan biaya dan permintaan yang meningkat.
Google dan AWS telah menaikkan harga untuk beberapa layanan cloud terkait dengan AI.
Kenaikan harga ini menandai perubahan dalam tren harga layanan cloud yang sebelumnya cenderung menurun.
Beberapa penyedia layanan cloud besar seperti Google dan AWS baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga layanan cloud mereka, terutama untuk layanan terkait kecerdasan buatan. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan untuk daya komputasi AI yang semakin pesat di seluruh dunia.Google mengumumkan bahwa tarif untuk layanan CDN Interconnect, Direct Peering, dan Carrier Peering akan naik hingga 100 persen di Amerika Utara dan sekitar 42 persen di Asia mulai 1 Mei. AWS juga menaikkan harga layanan EC2 Capacity Blocks for ML sebesar 15 persen di semua wilayah.Alasan utama kenaikan harga ini adalah kenaikan biaya perangkat keras seperti server, penyimpanan, dan memori, ditambah biaya energi yang semakin mahal. Permintaan intensif dari perusahaan yang membutuhkan komputasi AI juga semakin meningkat.Perubahan ini mematahkan kebiasaan lama di industri cloud, di mana harga layanan biasanya terus turun seiring berkembangnya teknologi. Kini, harga layanan cloud mulai naik, yang akan mempengaruhi bagaimana perusahaan mengelola anggaran teknologi mereka.Sebagai respons, beberapa penyedia layanan cloud di China sedang mempertimbangkan untuk juga menaikkan harga layanan mereka, sambil memperhatikan dampak pada rantai pasokan perangkat keras yang menjadi faktor penting dalam keputusan ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.