Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Otak Mengatur Hierarki Sosial Dengan Cara Berbeda Saat Menang dan Kalah pada Tikus

Sains
Neurosains and Psikologi
News Publisher
28 Jan 2026
132 dibaca
1 menit
Otak Mengatur Hierarki Sosial Dengan Cara Berbeda Saat Menang dan Kalah pada Tikus

AI summary

Otak menggunakan sirkuit yang berbeda untuk belajar dari kemenangan dan kekalahan.
Interneuron kolinergik di dorsomedial striatum mempengaruhi cara mouse merespons kekalahan.
Temuan ini dapat memberikan wawasan tentang dinamika sosial pada manusia.
Setiap komunitas sosial, termasuk tikus dan manusia, memiliki struktur hirarki yang berubah-ubah berdasarkan interaksi sosial. Ketika seekor tikus menang atau kalah dalam pertarungan sosial, ini mempengaruhi posisi sosialnya di grup.Para ilmuwan dari Okinawa Institute of Science and Technology menggunakan tes tabung dominasi untuk mengamati bagaimana tikus berkompetisi dan bagaimana pengalaman menang-kalah memengaruhi tingkah laku mereka di rumah.Penelitian menunjukkan bahwa neuron cholinergic di dalam bagian otak bernama dorsomedial striatum berperan penting dalam membantu tikus mempelajari dari kekalahan, tetapi tidak dari kemenangan. Ketika neuron ini dihapus, efek kalah hilang.Hal menarik lainnya, ketika tikus dominan mengalami kekalahan, biasanya mereka turun peringkat. Tapi jika neuron ini dihilangkan, mereka tetap mempertahankan posisi dominan meskipun kalah, menunjukkan otak tidak memproses kekalahan sebagai sinyal perubahan.Penemuan ini penting karena otak manusia dan tikus memiliki struktur yang mirip, sehingga hasil penelitian ini bisa membantu kita memahami bagaimana manusia menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan mengendalikan strategi hidup mereka.

Experts Analysis

Jeffery Wickens
Penelitian ini menyoroti bahwa dominasi tidak hanya bergantung pada atribut fisik tetapi juga keputusan berbasis pengalaman, yang diatur oleh sirkuit otak yang kompleks namun terkonservasi antar spesies.
Mao-Ting Hsu
Identifikasi neuronnya sebagai 'saklar' yang memandu strategi sosial baru setelah kekalahan membuka jalan pemahaman baru tentang proses pengambilan keputusan adaptif dalam konteks sosial.
Editorial Note
Penemuan ini sangat menarik karena membedakan mekanisme pembelajaran dari kemenangan dan kekalahan, sebuah aspek yang seringkali diabaikan dalam studi perilaku sosial. Menghilangkan neuron spesifik yang hanya memengaruhi efek kalah menunjukkan bahwa otak memproses kekalahan sebagai sinyal penting untuk adaptasi sosial, yang bisa jadi merupakan fondasi evolusi untuk menjaga stabilitas sosial.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.