TLDR
Perubahan iklim menyebabkan perilaku cuaca yang lebih tidak stabil dan ekstrem. Sistem cuaca dapat menghasilkan salju berat meskipun ada tren pemanasan global. Pemahaman yang lebih baik tentang perubahan iklim diperlukan untuk merencanakan dan membangun ketahanan menghadapi cuaca ekstrem. Penulis tinggal di Concord, MA, yang baru saja mengalami badai salju besar sekitar 18 inci. Meskipun penulis dan istrinya awalnya berencana keluar untuk brunch, kondisi jalanan memburuk karena salju membuat mereka membatalkan rencana dan menikmati acara NFL dari rumah sembari menyaksikan salju turun deras.Komentar Presiden Donald Trump yang mempertanyakan keberadaan global warming saat terjadi badai besar di berbagai wilayah Amerika Serikat memicu diskusi penulis. Meski Presiden bukan ilmuwan iklim, pertanyaannya sah dan mencerminkan kebingungan banyak orang tentang hubungan cuaca ekstrem dengan perubahan iklim.Penulis menjelaskan perbedaan antara cuaca dan iklim, serta menekankan bahwa cuaca ekstrim seperti badai salju bukan bukti tidak adanya pemanasan global. Sebaliknya, pemanasan global menyebabkan sistem cuaca menjadi lebih tidak stabil dan ekstrem, dengan atmosfer yang lebih lembab sehingga menghasilkan presipitasi berat.Fenomena khusus seperti Arctic amplification menyebabkan berkurangnya gradien suhu antara Kutub Utara dan daerah lebih rendah sehingga jet stream berubah dan memungkinkan udara dingin masuk lebih jauh ke selatan, yang menjelaskan cuaca dingin ekstrem meski terjadi pemanasan global secara keseluruhan.Penulis mengajak pembaca untuk memahami istilah global warming dan climate change dengan lebih tepat: bukan perubahan suhu yang mulus, melainkan ketidakstabilan cuaca yang meningkat. Perubahan ini membawa tantangan besar bagi perencanaan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap bencana cuaca di masa depan.