
Courtesy of Forbes
Mengapa Masyarakat Sering Salah Paham dan Marah pada Meteorolog Saat Badai
Memahami dan menjelaskan alasan di balik sikap negatif masyarakat terhadap meteorolog saat badai serta pentingnya komunikasi risiko cuaca yang efektif dan realistis agar masyarakat bisa menerima ketidakpastian dalam prakiraan dan tidak terjebak dalam kesalahpahaman.
26 Jan 2026, 20.37 WIB
14 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Persepsi publik terhadap meteorologi sering kali dipengaruhi oleh pengalaman pribadi yang terbatas.
- Pentingnya komunikasi risiko cuaca yang jelas dan efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
- Tantangan dalam menyampaikan informasi cuaca mencakup perbedaan antara probabilitas dan kemungkinan yang dipahami oleh masyarakat.
Georgia, Amerika Serikat - Badai es besar yang melanda Georgia baru-baru ini memicu reaksi keras dari masyarakat terhadap perkiraan cuaca, meskipun prakiraan yang diberikan sangat akurat dan sesuai dengan kondisi yang terjadi. Banyak orang mengeluh karena tidak merasakan dampaknya langsung di wilayah rumah mereka dan menganggap prakiraan meteorolog salah.
Terdapat masalah mendasar dalam cara masyarakat memahami kemungkinan dan probabilitas dalam prakiraan cuaca. Mereka cenderung mengharapkan jawaban pasti dan tidak nyaman dengan ketidakpastian yang inheren dalam ilmu meteorologi. Ini menyebabkan kesalahpahaman yang sering berujung pada kritik dan serangan terhadap para ahli cuaca.
Selain itu, perkembangan teknologi aplikasi cuaca yang banyak digunakan oleh publik menjadi sumber kebingungan. Aplikasi ini sering tidak mampu menangani kondisi cuaca rumit seperti lapisan udara yang berubah-ubah sehingga memberikan informasi yang kurang tepat, misalnya ikon salju yang menyesatkan di saat sebenarnya badai es yang terjadi.
Kompleksitas pesan peringatan cuaca dari National Weather Service yang menggunakan istilah berbeda seperti Winter Storm Watch, Ice Storm Warning, dan Winter Weather Advisory juga menambah kebingungan masyarakat. Saat pesan yang berbeda datang bersamaan, publik sering salah menafsirkan bahwa ancaman yang sebenarnya masih ada sudah hilang.
Sikap agresif di media sosial terhadap para meteorolog juga dipengaruhi oleh budaya yang mendukung komentar keras dan tidak sopan secara online. Masyarakat perlu belajar menerima ketidakpastian dan mempersiapkan diri meskipun kemungkinan dampak buruk tidak selalu terjadi, sama seperti membayar asuransi dengan harapan tidak pernah menggunakannya.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/marshallshepherd/2026/01/26/5-things-that-cause-rude-behavior-to-meteorologists-during-storms/
[1] https://www.forbes.com/sites/marshallshepherd/2026/01/26/5-things-that-cause-rude-behavior-to-meteorologists-during-storms/
Analisis Ahli
Antonio Eubanks
"Orang sering membingungkan antara kemungkinan dan probabilitas; otak manusia ingin informasi yang pasti sementara cuaca bersifat probabilistik sehingga menimbulkan kebingungan."
Jennifer Valdez
"Mereka yang bertugas harus mendapat dukungan dan pengakuan atas kerja kerasnya dalam komunikasi risiko yang berkelanjutan selama bencana."
Analisis Kami
"Sikap negatif publik terhadap prakiraan cuaca sering kali merupakan hasil dari kurangnya pemahaman tentang sifat probabilistik dan ketidakpastian dalam meteorologi. Pendekatan komunikasi yang lebih sederhana dan edukatif, serta edukasi publik tentang probabilitas dan risiko akan sangat membantu mengurangi kesalahpahaman ini."
Prediksi Kami
Ke depan, ketidaksabaran dan kritik negatif terhadap meteorolog kemungkinan akan tetap muncul selama masyarakat belum memahami prinsip ketidakpastian dalam prakiraan cuaca dan cara membaca probabilitas secara benar.




