AI summary
Kecerdasan Umum Buatan masih jauh dari kenyataan dan memerlukan terobosan konseptual. Model dunia penting untuk menciptakan sistem AI yang mampu merencanakan dan memprediksi konsekuensi tindakan. Keberagaman dalam pengembangan AI dan pendekatan terbuka sangat penting untuk masa depan teknologi yang adil. Artikel ini membahas wawancara dengan Yann LeCun yang diadakan setelah pertemuan di Davos. LeCun berbicara tentang perkembangan AI saat ini dan mengkritik istilah AGI karena menurutnya kecerdasan manusia tidak sepenuhnya umum atau general. Ia lebih suka menyebutnya kecerdasan setingkat manusia yang masih jauh dari jangkauan AI saat ini dan butuh terobosan baru.LeCun menyoroti kelemahan LLM seperti ChatGPT yang meski pandai dalam pekerjaan intelektual, masih belum dapat memahami dunia nyata secara menyeluruh. Ia mencontohkan kendaraan otonom yang, meski dilatih dengan data besar, belum mampu mencapai kemandirian penuh dalam mengemudi karena minimnya model dunia yang memadai.Menurut LeCun, revolusi AI berikutnya adalah AI fisik yang bisa memahami data sensor dunia nyata seperti video dan suara, menciptakan model dunia yang dapat memprediksi dan merencanakan tindakan secara efektif. Sistem seperti ini lebih cerdas dan dapat bekerja dengan aman dalam lingkungan kompleks.LeCun juga memperingatkan bahwa membangun agen AI dari LLM tanpa kemampuan prediksi dunia nyata adalah bencana karena agen tersebut tidak bisa benar-benar memprediksi akibat tindakan mereka. Ia mengungkapkan perusahaannya yang bernama Advanced Machine Intelligence yang sedang mengembangkan teknologi ini dengan pendekatan self-supervised learning.Terakhir, LeCun menekankan pentingnya open source dan kolaborasi terbuka dalam riset AI agar kekuatan pengembangan tidak terkonsentrasi pada sedikit perusahaan besar, demi menjaga keberagaman, demokrasi, dan tujuan AI yang aman dan bermanfaat. Pendekatan bottom-up menjadi kunci untuk perubahan positif di abad 21.
Pendekatan Yann LeCun yang menekankan pentingnya model dunia nyata memang sangat mendasar dan realistis untuk membawa AI ke tingkat kecerdasan yang lebih manusiawi. Namun, tantangan teknis dan etis yang dihadapi sangat besar, sehingga dibutuhkan kolaborasi luas dan keterbukaan agar revolusi AI ini tidak justru memperparah masalah sosial dan keamanan.