Model bahasa besar (LLM) adalah teknologi yang semakin umum, tetapi banyak orang tidak memahami cara kerjanya. Menurut ilmuwan komputer terkenal, Yann LeCun, kecerdasan buatan (AI) tidak hanya tentang memiliki satu komputer super yang sangat kuat, tetapi lebih kepada banyak bagian kecil yang saling terhubung, mirip dengan cara kerja pikiran manusia. LeCun menjelaskan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang linier; itu adalah kumpulan keterampilan dan kemampuan untuk belajar dengan cepat. Untuk membuat AI lebih cerdas, sistem ini perlu memiliki "memori yang persisten," yang mirip dengan memori jangka panjang dan jangka pendek pada manusia.LeCun juga menyebutkan bahwa untuk mencapai kecerdasan setara manusia, kita memerlukan arsitektur baru dalam pengembangan AI. Salah satu ide yang diajukan adalah "model dunia," di mana AI dapat membangun konteks untuk memahami dan memprediksi hasil dari tindakan yang diambil. Dengan pendekatan ini, diharapkan dalam dua hingga lima tahun ke depan, kita bisa melihat kemajuan yang signifikan dalam pengembangan AI yang lebih cerdas dan mampu berfungsi seperti manusia.
Poin LeCun soal kebutuhan arsitektur baru sangat valid, mengingat model LLM saat ini belum mampu benar-benar memahami konteks dunia layaknya manusia. Pengembangan AI dengan memori persistent dan world models jadi kunci untuk evolusi AI ke arah kecerdasan yang lebih adaptif dan bermakna.