Marathon: Game PvP Shooter dengan Estetika Unik dan Cerita Menarik
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
27 Jan 2026
118 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Estetika yang kuat dapat memberikan dampak positif pada penerimaan game.
Pengembangan narasi yang baik dapat meningkatkan daya tarik permainan multiplayer.
Kritik terhadap estetika game dapat bervariasi dan memiliki pengaruh pada kesuksesan permainan.
Di dunia game PvP shooter yang semakin ramai, estetika menjadi salah satu aspek yang banyak diperhatikan. Beberapa game berhasil menarik perhatian pemain dan kritikus dengan gaya visual yang kuat dan khas, seperti Marvel Rivals yang menghadirkan versi ikonik pahlawan dan penjahat klasik. Sebaliknya, ada game yang mendapat kritik keras karena tampilannya yang dianggap jelek atau sangat generik, misalnya Concord dan Highguard. Dalam konteks ini, game Marathon muncul dengan estetika yang dianggap memiliki aura dan istimewa, meskipun awalnya mengalami kontroversi dan penundaan.
Marathon adalah game dari Bungie yang memulai kampanye pemasaran dengan trailer yang mendapat respons positif. Visualnya mengalami perubahan besar dan sempat menyebabkan ketidakpuasan sebagian penggemar. Tambahan kontroversi datang dari masalah plagiarisme yang melibatkan penempatan decal di dalam peta. Namun, kontroversi ini seharusnya tidak mengurangi nilai keseluruhan estetika game. Setelah beberapa perbaikan dan jeda, kampanye pemasaran Marathon dimulai ulang dengan optimisme jelang rilis pada tanggal 5 Maret.
Salah satu hal menarik dari Marathon adalah pendekatan cerita yang mulai diperkenalkan lewat trailer dan potongan narasi kecil tentang faksi-faksi di dalam game, seperti Arachne yang disebut sebagai 'cult of death'. Bungie juga mendapuk Julia Nardin sebagai creative director, menunjukkan fokus yang kuat pada aspek cerita di samping gameplay PvP. Mereka menggaet aktor suara berkualitas dari berbagai proyek ternama, memberi harapan bahwa cerita yang ditawarkan akan menarik dan immersive.
Visualnya sendiri merupakan campuran antara ruang luar yang dahulu terkesan datar, kini diperbarui dengan lingkungan lebih hidup, serta interior yang konsisten keren. Meski begitu, sebagian kritikus masih membandingkan gaya visualnya dengan buatan Roblox, yang artinya dianggap simpel atau kurang detail. Penulis artikel ini menolak pendapat itu dan percaya bahwa Marathon membawa desain yang unik, walaupun memang desain ini merupakan langkah berani yang mungkin tak sesuai selera semua orang.
Penulis sendiri menyatakan skeptisisme soal keberlangsungan Marathon di jangka panjang, tetapi berharap bisa dibuktikan salah jika game ini mampu sukses. Ia menegaskan bahwa walau estetika dan aura saja tidak menjamin keberhasilan, tapi estetika yang buruk bisa menjadi penghambat utama. Marathon, menurutnya, tidak memiliki masalah besar di sisi ini. Dengan semua pembaruan dan dukungan cerita serta gameplay yang terus disempurnakan, Marathon berpotensi menarik komunitas pemain jika mampu memenuhi ekspektasi.


