Kuaishou dan Sukses Mengejutkan Platform AI Video Kling dengan Pendapatan Ratusan Juta USD
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Jan 2026
122 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kling telah berhasil menarik banyak pengguna dan pendapatan untuk Kuaishou.
Kuaishou menjadi salah satu perusahaan AI yang paling undervalued menurut JPMorgan.
Pertumbuhan Kling menunjukkan potensi besar dalam industri video generatif.
Kuaishou, perusahaan asal Cina yang dikenal dengan platform video pendeknya, meluncurkan sebuah alat baru bernama Kling pada Juni 2024. Kling adalah sebuah platform yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat video secara otomatis dan telah menarik perhatian banyak kreator serius di bidang video digital.
Sejak diluncurkan, Kling sudah mendapatkan sekitar 12 juta pengguna aktif setiap bulannya dan berhasil meraih pendapatan tahunan sekitar Rp 4.01 triliun (US$240 juta) . Angka ini jauh melebihi target internal perusahaan yang hanya sebesar Rp 1.00 triliun (US$60 juta) pada awal tahun 2025.
Pendapatan Kling sangat cepat meningkat, bahkan di bulan Desember saja alat ini berhasil menghasilkan lebih dari Rp 334.00 miliar (US$20 juta) . Hal ini juga ikut mengangkat harga saham Kuaishou di pasar Hong Kong yang naik lebih dari 23 persen selama satu bulan terakhir.
Kuaishou sendiri telah memisahkan bisnis Kling menjadi unit usaha khusus sejak April 2025. Langkah ini menunjukkan pentingnya Kling bagi masa depan Kuaishou, yang sebelumnya kalah saing oleh ByteDance dalam pasar video pendek di Cina.
Keberhasilan Kling menandai perubahan tren dalam dunia video digital, dari konten ringan yang sering dianggap 'AI slop' menjadi alat produktivitas yang bermanfaat. Ini juga memberikan sinyal kuat tentang pentingnya pengembangan AI generatif di dunia teknologi hiburan.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Klaim Kuaishou bahwa teknologi AI-nya meningkatkan produktivitas kreator merupakan indikasi kuat bahwa AI dapat memampukan kreativitas baru dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya.Fei-Fei Li
Pertumbuhan pesat platform AI seperti Kling membuktikan bahwa AI tidak hanya soal kecanggihan teknologi, tapi juga adopsi dan integrasi yang tepat oleh masyarakat pengguna.

