Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kuaishou Luncurkan AI Video Generatif Kling O1, Saingi OpenAI Dan Google

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
03 Des 2025
1362 dibaca
2 menit
Kuaishou Luncurkan AI Video Generatif Kling O1, Saingi OpenAI Dan Google

TLDR

Kuaishou meluncurkan model video generatif Kling O1 untuk bersaing di pasar internasional.
Model Kling O1 menawarkan berbagai fitur pengeditan kompleks untuk industri kreatif.
Kuaishou berkomitmen untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam pembuatan konten TV dan film.
Popularitas TikTok telah melambungkan reputasi China sebagai negara yang mampu menciptakan aplikasi mobile inovatif. Selain TikTok, perusahaan China lainnya seperti Kuaishou terus menghadirkan teknologi canggih dalam bidang video pendek. Terbaru, Kuaishou meluncurkan model video generatif berbasis kecerdasan buatan bernama Kling O1 untuk bersaing secara global, khususnya melawan produk dari OpenAI dan Google.Model Kling O1 memiliki arsitektur terintegrasi yang menggabungkan berbagai tugas pembuatan video, mulai dari pembuatan, pengeditan secara presisi, hingga pemahaman video secara menyeluruh. Ini memberikan pengalaman yang mulus dan menyeluruh bagi para kreator dalam mengolah konten video, mulai dari teks, gambar, hingga elemen video yang kompleks.Selain kemampuan pembuatan video yang canggih, Kling O1 juga mendukung fungsi pengeditan yang rumit seperti mengganti karakter, mengubah latar belakang, dan retouching sebagian konten video tanpa merusak elemen lainnya. Kemampuan ini sangat berguna bagi para pembuat film, pengiklan, dan influencer untuk menyempurnakan karya mereka dengan lebih efisien.Dalam pasar domestik Tiongkok, Kuaishou berkompetisi dengan pemain besar lain seperti Douyin, ByteDance, dan Tencent Holdings, sementara di pasar internasional mereka berhadapan dengan perusahaan raksasa seperti OpenAI dan Google. Pada kuartal ketiga tahun 2025, bisnis AI video Kuaishou berhasil menorehkan pendapatan sebesar 300 juta yuan atau setara dengan Rp705 miliar.Kuaishou juga telah mendemonstrasikan teknologi AI mereka di ajang festival film internasional bergengsi, termasuk Cannes dan Tokyo, menunjukkan potensi besar AI dalam mendukung industri film dan hiburan secara global. CEO Kuaishou menegaskan bahwa strategi ke depan akan fokus pada pemanfaatan teknologi AI untuk pembuatan konten TV dan film yang lebih efisien dan inovatif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.