Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bocornya 149 Juta Data Login: Waktunya Amankan Akun Online Kamu

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
25 Jan 2026
1228 dibaca
2 menit
Bocornya 149 Juta Data Login: Waktunya Amankan Akun Online Kamu

TLDR

Pastikan untuk tidak menggunakan kata sandi yang sama di berbagai situs.
Aktifkan autentikasi dua faktor untuk meningkatkan keamanan akun.
Periksa apakah informasi Anda telah terlibat dalam pelanggaran data menggunakan layanan seperti HaveIBeenPwned.
Awal tahun ini diwarnai oleh kebocoran besar berisi sekitar 149 juta data login termasuk 48 juta akun Gmail yang dibocorkan tanpa adanya perlindungan password maupun enkripsi. Data ini ditemukan oleh ahli keamanan Jeremiah Fowler dan diungkap sebagai kumpulan data dari berbagai kebocoran dan malware infostealer yang telah terjadi selama ini.Meskipun bukan kebocoran baru, kumpulan data ini menunjukkan bahwa banyak pengguna masih menggunakan password yang sama di berbagai layanan, sehingga memberikan peluang bagi penjahat siber untuk melakukan serangan otomatis seperti credential stuffing. Data ini tersebar dalam banyak file berisi email, username, password, dan tautan login yang menunjukkan ancaman besar terhadap keamanan pengguna.Database ini sempat aktif dan terus bertambah sampai akhirnya berhasil dihilangkan dari internet setelah lebih dari satu bulan, namun pengguna tetap harus waspada. Para pakar keamanan merekomendasikan agar pengguna langsung mengganti password unik, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan jika bisa beralih ke metode passkey yang lebih aman.Para pemimpin industri keamanan menekankan bahwa kebocoran data sudah menjadi hal yang umum dan penjahat tidak perlu membobol sistem karena bisa langsung menggunakan kredensial yang valid. Mereka juga mengingatkan bahwa kontrol akses yang lebih dinamis dan kebijakan keamanan identitas harus jadi prioritas untuk melindungi akun dan data penting.Google sendiri menyatakan sudah memantau dan melindungi akun dengan penguncian dan reset password otomatis jika mendeteksi kredensial yang bocor tersebut. Namun, tanggung jawab utama ada pada pengguna agar mengadopsi kebiasaan keamanan digital yang baik, menggunakan password manager, dan mewaspadai notifikasi autentikasi yang tidak dimulai sendiri.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.