Kredensial 149 Juta Akun Bocor Online, Termasuk 48 Juta Akun Gmail
Courtesy of Forbes

Kredensial 149 Juta Akun Bocor Online, Termasuk 48 Juta Akun Gmail

Memberikan informasi penting kepada pembaca tentang kebocoran besar kredensial yang dapat membahayakan keamanan akun mereka dan mendorong untuk mengambil langkah perlindungan diri segera.

23 Jan 2026, 22.42 WIB
189 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kebocoran data ini menunjukkan risiko besar bagi pengguna layanan online.
  • Pengguna harus segera mengubah kata sandi mereka untuk melindungi akun mereka.
  • Peningkatan serangan dari pencuri informasi menjadi perhatian utama dalam keamanan siber.
Awal tahun ini diawali dengan kabar buruk soal keamanan kata sandi setelah ditemukan kebocoran besar yang melibatkan 149 juta data login dan password yang bocor secara online tanpa perlindungan. Hal ini termasuk data dari berbagai layanan besar yang selama ini digunakan banyak orang.
Peneliti keamanan Jeremiah Fowler yang menemukan database ini mengatakan database tersebut sangat besar, mencapai 96 GB, dan berisi data unik dari berbagai sumber pelanggaran dan malware pencuri data. Data ini terbuka lebar dan berisi email, username, kata sandi, dan tautan login akun.
Sebagian besar data yang bocor berasal dari akun Gmail, dengan lebih dari 48 juta alamat yang terlibat. Selain Gmail, layanan lain seperti akun pemerintah, perbankan, hingga layanan streaming juga ikut terdampak. Namun perlu diketahui ini bukan merupakan pelanggaran baru, melainkan penggabungan dari data lama.
Setelah lebih dari satu bulan, database akhirnya berhasil diturunkan dari internet, tapi sebelum itu sudah sulit diketahui seberapa besar kerusakan yang terjadi. Para ahli keamanan menegaskan bahwa info-stewal semakin sering terjadi, dan data seperti ini merupakan target emas bagi penjahat siber.
Bagi pengguna, ini menjadi peringatan penting untuk segera mengganti kata sandi, menggunakan autentikasi dua faktor, dan selalu waspada terhadap tanda-tanda aktivitas mencurigakan agar akun tetap aman dari potensi pembajakan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/daveywinder/2026/01/23/48-million-gmail-usernames-and-passwords-leaked-online/

Analisis Ahli

Matt Conlon
"Bocoran seperti ini menggarisbawahi tren peningkatan pesat penggunaan malware info-stealer dan betapa kerentanan data sangat masif saat ini."
Boris Cipot
"Tidak ada yang tahu seberapa besar dampak kebocoran ini sebelum database dihapus, tapi karena melibatkan banyak layanan penting, risikonya sangat besar."

Analisis Kami

"Kebocoran data sebesar ini jelas menunjukkan bahwa keamanan data pengguna masih jauh dari ideal dan mengedukasi pengguna tentang pentingnya manajemen kata sandi yang kuat sangat mendesak. Organisasi harus segera memperketat praktik keamanan mereka, tetapi tanggung jawab utama tetap pada pengguna untuk melindungi akun mereka sendiri."

Prediksi Kami

Bocoran ini kemungkinan akan memicu gelombang serangan siber yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran pengguna untuk memperkuat keamanan kata sandi serta menggunakan autentikasi dua faktor.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh Jeremiah Fowler terkait database yang bocor?
A
Jeremiah Fowler menemukan database yang berisi 149 juta kredensial yang dikompromikan dan mengungkapkan bahwa database tersebut tidak dilindungi kata sandi atau dienkripsi.
Q
Berapa banyak kredensial yang terlibat dalam kebocoran ini?
A
Kebocoran ini melibatkan 149.404.754 kredensial unik, termasuk sekitar 48 juta akun Gmail.
Q
Apa yang dinyatakan oleh Matt Conlon tentang kebocoran data ini?
A
Matt Conlon menyatakan bahwa kebocoran ini adalah 'perbendaharaan' bagi siapa saja yang memiliki niat jahat dan menunjukkan peningkatan prevalensi pencuri informasi.
Q
Mengapa database ini dianggap berharga bagi penjahat siber?
A
Database ini berisi logins untuk layanan pemerintah, perbankan, dan streaming, menjadikannya target berharga bagi penjahat siber.
Q
Apa yang dapat dilakukan pengguna untuk melindungi diri mereka setelah kebocoran ini?
A
Pengguna disarankan untuk mengganti kata sandi mereka dan menggunakan manajer kata sandi untuk meningkatkan keamanan.