Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Drama Spionase Startup HR: Konflik Hukum Hebat Antara Deel dan Rippling

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (1mo ago) startups (1mo ago)
24 Jan 2026
30 dibaca
2 menit
Drama Spionase Startup HR: Konflik Hukum Hebat Antara Deel dan Rippling

Rangkuman 15 Detik

Sengketa hukum antara Deel dan Rippling menunjukkan dampak serius dari praktik spionase korporat.
Kasus ini melibatkan tuduhan berat dan pengacara terkenal yang terlibat dari kedua belah pihak.
Meskipun drama hukum ini, kedua perusahaan masih mendapatkan dukungan dari investor.
Dua startup besar di bidang HR dan payroll, Deel dan Rippling, tengah terlibat perseteruan hukum yang mengejutkan karena tuduhan spionase korporat. Rippling menuduh bahwa Deel menyewa mata-mata untuk mencuri rahasia penting perusahaan seperti data pelanggan, roadmap produk, dan informasi karyawan kunci. Tuduhan tersebut memunculkan investigasi dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Deel membalas dengan menyangkal tuduhan adanya investigasi terhadap mereka dan mengaku bersedia bekerja sama jika diminta otoritas terkait. Namun, mereka juga mengajukan balik gugatan yang menuduh Rippling melakukan kampanye fitnah dan spionase dengan menyamar sebagai pelanggan. Konflik ini semakin rumit dengan partisipasi berbagai pihak hukum dan politik berpengalaman. Mata-mata yang diduga bekerja untuk Deel ini bahkan membuat pengakuan di pengadilan Irlandia dan setuju menjadi saksi dalam kasus Rippling, di mana dia mengaku menyerahkan data-data penting perusahaan. Namun, sang mata-mata juga mengeluhkan ketakutan karena merasa diawasi oleh pihak Deel, yang ternyata mengonfirmasi bahwa surveilans memang dilakukan. Dokumen pengadilan menunjukkan adanya aliran dana mencurigakan antara rekening yang terhubung dengan COO Deel dan akun mata-mata tersebut, memperkuat tuduhan Rippling. Di sisi lain, founder Deel, Alexandre Bouaziz, telah menunjuk pengacara khusus dari kelompok pertahanan kejahatan perusahaan bergengsi untuk membelanya dalam kasus ini. Meski terjadi konflik hukum sengit, kedua perusahaan tetap mendapat dana investasi besar dan mempertahankan valuasi pasar mereka yang mencapai puluhan milyar dolar. Perseteruan ini dianggap sebagai salah satu drama terbesar dalam dunia startup HR yang sangat mempengaruhi dinamika industri teknologi di masa depan.

Analisis Ahli

William Frentzen
Sebagai mantan pimpinan unit penipuan sekuritas korporat, saya melihat kasus ini sebagai peringatan keras bagi startup yang tergoda melakukan praktik ilegal demi keunggulan kompetitif, karena konsekuensinya dapat sangat merugikan secara hukum dan finansial.
Alex Spiro
Kasus ini menunjukkan bahwa bahkan perusahaan teknologi besar tidak kebal terhadap praktik spionase yang sering ditemukan di dunia korporasi tradisional, sehingga penting bagi mereka untuk menjaga integritas dan transparansi dalam operasi bisnis mereka.