Sengketa Spionase dan Tuduhan Balik Antara Startup HR Deel dan Rippling
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
26 Apr 2025
160 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sengketa hukum antara Deel dan Rippling menunjukkan ketegangan dalam industri layanan HR dan penggajian.
Tuduhan spionase dan pelanggaran rahasia dagang menjadi isu utama dalam konflik ini.
Perusahaan-perusahaan ini saling menuduh dan berusaha untuk melindungi reputasi mereka di pasar.
Dalam perkembangan terbaru dari perselisihan antara layanan HR dan payroll, Deel telah mengajukan gugatan balik terhadap Rippling. Sebelumnya, Rippling mengumumkan pada 17 Maret bahwa mereka menggugat Deel atas dugaan spionase korporat, termasuk pelanggaran RICO dan penyalahgunaan rahasia dagang. Deel menolak semua tuduhan tersebut dan menyebut gugatan Rippling sebagai upaya untuk merusak reputasi mereka.
Deel mengajukan gugatan balik pada 24 April di Pengadilan Tinggi Delaware, menuduh Rippling merekrut karyawan Deel untuk mendapatkan informasi rahasia dan menempatkan orang dalam di Deel untuk memata-matai komunikasi internal. CEO Rippling, Parker Conrad, menanggapi tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa Deel tidak membantah tuduhan utama mereka.
Situasi semakin rumit ketika upaya Rippling untuk menyampaikan dokumen hukum kepada CEO Deel, Alex Bouaziz, terhambat karena Bouaziz berada di Dubai untuk merayakan Passover bersama keluarganya. Perseteruan hukum ini masih terus berkembang dan menarik perhatian banyak pihak.

