YouTube Perketat Pengawasan Video AI dan Deepfake Demi Keamanan Konten
Courtesy of CNBCIndonesia

YouTube Perketat Pengawasan Video AI dan Deepfake Demi Keamanan Konten

Menginformasikan langkah-langkah yang diambil YouTube untuk mengurangi penyebaran konten AI berkualitas rendah dan deepfake demi melindungi integritas platform serta mendukung kreator dan pengiklan.

23 Jan 2026, 20.20 WIB
259 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • YouTube berfokus pada pengendalian konten berkualitas rendah dan deteksi deepfake.
  • Kreator di YouTube didorong untuk menggunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti.
  • YouTube berkomitmen untuk menjadi platform yang aman dan menarik bagi anak dan remaja.
Jakarta, Indonesia - YouTube sedang menghadapi tantangan besar akibat maraknya video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Konten seperti deepfake dan video 'AI slop' atau berkualitas rendah semakin banyak beredar, membuat sulit membedakan mana video asli dan yang dihasilkan oleh teknologi. Untuk itu, YouTube mengambil langkah tegas guna mengendalikan penyebaran konten ini agar platform tetap aman dan dapat dipercaya.
CEO YouTube, Neal Mohan, menyampaikan bahwa pada tahun 2026, mereka akan memprioritaskan pengurangan konten AI berkualitas rendah dan memperkuat sistem deteksi deepfake. YouTube juga meminta para kreator untuk memberi label jika konten mereka dibuat atau diubah menggunakan AI, dan mereka akan menghapus konten sintetis berbahaya yang melanggar pedoman komunitas.
Selain pengawasan konten, YouTube memperkenalkan fitur proteksi baru, seperti 'likeness detection', untuk melindungi wajah kreator dari penggunaan tidak sah dalam video deepfake. Fitur ini akan menjangkau jutaan kreator yang tergabung dalam Program Partner YouTube, memberikan rasa aman bagi para pembuat konten di platform tersebut.
Dalam hal pengembangan teknologi, YouTube juga mempermudah kreator menggunakan AI untuk membuat konten di YouTube Shorts. Para kreator dapat membuat video pendek yang lebih kreatif dengan menggunakan wajah mereka, membuat gim melalui teks, hingga bereksperimen dengan musik. Hal ini bertujuan memperkuat persaingan dengan platform lain seperti TikTok dan Instagram Reels.
Sejak tahun 2021, YouTube telah membayar lebih dari US$ 100 miliar kepada kreator, musisi, dan perusahaan media, membuktikan kekuatannya sebagai platform terbesar untuk konten buatan pengguna. Dengan nilai valuasi yang signifikan, YouTube berusaha menjaga ekosistem yang sehat dengan menggabungkan teknologi AI yang bertanggung jawab dan perlindungan untuk kreator.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260123161728-37-704826/youtube-sekarang-banyak-sampah-bosnya-janji-bersih-bersih

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Regulasi dan deteksi konten AI merupakan langkah krusial untuk ekosistem konten digital yang sehat, dan YouTube telah memulai arah yang tepat dengan kombinasi teknologi dan kebijakan."
Kate Crawford
"Peningkatan kontrol atas media sintetis harus disertai edukasi pengguna agar mereka lebih kritis dalam menilai keaslian konten yang mereka konsumsi."

Analisis Kami

"YouTube mengambil langkah penting dalam mengatur dan membatasi konten AI agar tidak merugikan komunitas pengguna dan kreator asli. Namun, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan terhadap penyalahgunaan konten yang sulit dibedakan secara visual."

Prediksi Kami

YouTube akan semakin ketat dalam mengawasi konten AI dan deepfake, sambil mengembangkan teknologi AI yang lebih canggih untuk mendukung kreator dan mengurangi konten negatif di platform.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tantangan utama yang dihadapi YouTube terkait konten berbasis AI?
A
Tantangan utama yang dihadapi YouTube adalah maraknya konten berbasis kecerdasan buatan, termasuk video deepfake dan konten berkualitas rendah.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'AI slop'?
A
'AI slop' merujuk pada konten-konten AI berkualitas rendah yang memenuhi berbagai platform media sosial.
Q
Apa langkah yang diambil YouTube untuk mengatasi konten berkualitas rendah?
A
YouTube memperkuat sistem yang menekan spam, clickbait, serta konten berulang dan mengharuskan kreator memberi label pada video yang dibuat dengan AI.
Q
Siapa Neal Mohan dan apa perannya di YouTube?
A
Neal Mohan adalah CEO YouTube yang memimpin perusahaan dalam mengatasi tantangan konten AI dan berkomitmen untuk mengurangi penyebaran konten berkualitas rendah.
Q
Bagaimana YouTube berencana untuk melindungi kreator dari penggunaan wajah mereka tanpa izin?
A
YouTube memperkenalkan fitur 'likeness detection' untuk mendeteksi penggunaan wajah kreator tanpa izin dalam video deepfake.