
Courtesy of SCMP
Lebih dari 40% CEO Global Khawatir Gangguan Rantai Pasok Akibat Ketegangan AS-China
Menyampaikan kekhawatiran para CEO global mengenai gangguan rantai pasok serta pengaruh kontrol teknologi antara AS dan China, serta strategi yang akan diambil untuk menghadapi tantangan tersebut.
23 Jan 2026, 16.01 WIB
239 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Lebih dari 40% CEO global khawatir tentang gangguan rantai pasokan.
- Perusahaan Asia lebih terpengaruh oleh pembatasan teknologi yang diberlakukan oleh AS dan China.
- Diversifikasi pemasok dan optimalisasi inventaris menjadi prioritas utama bagi CEO di tahun mendatang.
Global - Lebih dari 40 persen CEO di seluruh dunia mengatakan bahwa gangguan rantai pasok menjadi kekhawatiran utama mereka. Gangguan ini semakin nyata setelah pandemi dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China yang memicu pembatasan teknologi dan ekspor komponen penting.
Menurut survei oleh The Conference Board, perusahaan-perusahaan Asia merasa tekanan dari kontrol teknologi lebih berat dibandingkan dengan perusahaan Amerika karena posisi sentral mereka dalam manufaktur dan rantai pasok teknologi global. Hal ini membuat mereka rentan terhadap pembatasan yang dikenakan oleh kedua negara tersebut.
Sebanyak 23 persen CEO Asia menyebutkan kontrol ekspor sebagai masalah perdagangan utama, dibandingkan dengan hanya 11 persen CEO Amerika yang merasa hal sama. Ketegangan teknologi Amerika dan China misteriusnya membuat Beijing juga melakukan pembatasan serupa untuk teknologi asal AS.
CEO-CEO pun mengutamakan strategi diversifikasi pemasok dan optimasi inventaris untuk meningkatkan kelincahan dan kesiapan operasional. Tujuannya adalah untuk menghindari ketergantungan berlebih pada satu pemasok atau wilayah, sehingga risiko gangguan bisa diminimalisir.
Ketegangan antara Amerika dan China di bidang teknologi diperkirakan akan terus berlanjut, sehingga perusahaan harus terus menyesuaikan strategi agar tetap bertahan. Langkah ini penting agar mereka bisa mempertahankan kelangsungan bisnis meskipun kondisi global penuh ketidakpastian.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/economy/china-economy/article/3341001/asian-ceos-feeling-burden-china-us-tech-restrictions-survey-finds?module=china_future_tech&pgtype=section
[1] https://www.scmp.com/economy/china-economy/article/3341001/asian-ceos-feeling-burden-china-us-tech-restrictions-survey-finds?module=china_future_tech&pgtype=section
Analisis Ahli
Max Zenglein
"Kontrol teknologi dan perlindungan ekonomi berdampak lebih besar pada perusahaan Asia karena mereka berada di pusat manufaktur dan rantai pasok teknologi global."
Analisis Kami
"Fokus para CEO pada diversifikasi pemasok dan optimasi inventaris menunjukkan bahwa pasar global telah sadar bahwa ketergantungan berlebihan pada satu wilayah sangat berbahaya. Namun, tanpa solusi diplomatik antara Amerika dan China, risiko gangguan rantai pasok berpotensi meningkat dan membebani pertumbuhan ekonomi dunia."
Prediksi Kami
Gangguan rantai pasok dan ketegangan teknologi antara Amerika Serikat dan China akan berlanjut, memaksa perusahaan global terus mencari strategi diversifikasi pemasok dan inovasi untuk mengurangi risiko ketergantungan serta menjaga kelangsungan bisnis.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi kekhawatiran utama para CEO global menurut survei tersebut?A
Kekhawatiran utama para CEO global adalah gangguan rantai pasokan.Q
Bagaimana dampak pembatasan teknologi AS dan China terhadap perusahaan di Asia?A
Perusahaan di Asia merasakan dampak pembatasan teknologi lebih parah dibandingkan perusahaan Amerika.Q
Apa yang dilakukan CEO untuk meningkatkan ketangkasan operasional di tengah tantangan ini?A
CEO berfokus pada optimalisasi inventaris dan diversifikasi pemasok untuk meningkatkan ketangkasan operasional.Q
Berapa persentase CEO Asia yang menganggap kontrol ekspor sebagai kekhawatiran perdagangan?A
Sekitar 23 persen CEO Asia menganggap kontrol ekspor sebagai kekhawatiran perdagangan.Q
Apa yang diungkapkan oleh survei mengenai ketidakpastian rantai pasokan di berbagai wilayah?A
Survei menunjukkan bahwa 41,6 persen CEO global paling khawatir tentang gangguan rantai pasokan di berbagai wilayah.
