Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perang Teknologi AS-China Memasuki Fase Baru dengan Peran yang Bergeser

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (2mo ago) artificial-intelligence (2mo ago)
17 Jan 2026
202 dibaca
1 menit
Perang Teknologi AS-China Memasuki Fase Baru dengan Peran yang Bergeser

Rangkuman 15 Detik

China mulai mengambil langkah defensif dengan membatasi akses terhadap teknologi dari AS, seperti chip Nvidia.
Pemerintah China tidak hanya menjadi target dari kebijakan AS tetapi juga aktif dalam mendorong pemisahan teknologi.
Perang teknologi ini menunjukkan pergeseran dalam peran ofensif dan defensif antara AS dan China di bidang teknologi.
Perang teknologi antara Amerika Serikat dan China telah berubah menjadi lebih kompleks dan dua arah pada awal 2026. Sebelumnya, AS memberikan pembatasan ketat pada ekspor teknologi canggih, terutama chip AI dari perusahaan Nvidia, agar teknologi mereka tidak mudah diakses oleh China. Namun kini, China tidak hanya menjadi pihak yang dibatasi, melainkan juga mulai mengendalikan bagaimana teknologi asing diperbolehkan masuk dan digunakan oleh perusahaan-perusahaan domestiknya. Pemerintah China mengeluarkan larangan agar perusahaan lokal hanya membeli chip Nvidia jika benar-benar diperlukan. Salah seorang karyawan pusat data di Inner Mongolia mengungkapkan bahwa meskipun mereka telah menyiapkan server yang menggunakan chip Nvidia H200, pemerintah meminta mereka agar ruang server juga dialokasikan untuk chip buatan dalam negeri. Ini menunjukkan sikap proteksionis baru China dalam teknologi. Analis Arisa Liu mengatakan bahwa situasi ini menandai perubahan besar dalam perang teknologi, di mana peran serang dan bertahan kini terbalik. China mulai mengejar kebijakan decoupling sendiri, bukan hanya menjadi sasaran dari kebijakan AS semata. Langkah-langkah ini memperlihatkan bahwa ketegangan teknologi antara dua negara besar ini akan semakin intens dan berdampak signifikan pada pengembangan AI dan teknologi global di masa depan.

Analisis Ahli

Arisa Liu
Perubahan ini menandai pergeseran dalam perang teknologi AS-China di mana China mengambil peran ofensif dan defensif sekaligus, menunjukkan eskalasi dalam upaya kedua negara untuk menjaga dominasi teknologi mereka.