AI summary
Neurophos mengembangkan chip fotonik yang dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan pengolahan data untuk AI. Teknologi modulator metasurface yang dikembangkan dapat memecahkan masalah ukuran dan efisiensi dalam produksi chip fotonik. Startup ini telah menarik perhatian investor besar seperti Bill Gates dan Microsoft, menunjukkan potensi besar dalam inovasi teknologi. Dua puluh tahun lalu, konsep metamaterial yang ditemukan oleh profesor Duke University, David R. Smith, membuka jalan bagi pengembangan inovasi baru di bidang material dan fotonik. Kini, perusahaan startup asal Austin bernama Neurophos, yang berasal dari Duke University, mengembangkan teknologi chip optik untuk memecahkan masalah besar di dunia AI terkait kebutuhan komputasi yang semakin meningkat dan efisiensi energi yang harus dijaga.Neurophos menciptakan sebuah 'metasurface modulator' yang berfungsi sebagai processor inti untuk operasi matematika yang banyak digunakan dalam AI, khususnya proses inferensi. Modul kecil ini memungkinkan ribuan unit untuk ditempatkan dalam satu chip, menghasilkan chip optik yang cepat dan sangat hemat energi dibandingkan GPU tradisional yang saat ini digunakan di pusat data AI.Chip optik Neurophos diklaim jauh lebih kecil dibandingkan transistor optik konvensional, sehingga memungkinkan performa hingga 56 GHz dengan kemampuan 235 triliun operasi per detik hanya dengan konsumsi daya 675 watt. Bandingkan dengan GPU Nvidia B200 yang hanya mencapai 9 triliun operasi dengan daya 1.000 watt, ini adalah lonjakan besar dalam kecepatan dan efisiensi.Dengan pendanaan sebesar 110 juta dolar AS yang dipimpin oleh Gates Frontier, dan dukungan dari Microsoft serta investor besar lainnya, Neurophos sedang mengembangkan sistem photonic computing yang siap untuk pusat data dan mulai dipasarkan sekitar pertengahan 2028. Startup ini juga membuka kantor rekayasa baru untuk memperluas kapasitasnya.Teknologi chip optik seperti Neurophos harus menghadapi persaingan pasar dan tantangan produksi massal, tapi mereka yakin bahwa keunggulan performa dan efisiensi akan menjadi kelebihan utama yang sulit disaingi. Jika teknologi ini sukses, dapat membuka era baru dalam pengembangan dan penggunaan AI secara lebih luas dan hemat energi.
Pengembangan modul metasurface ini bisa menjadi titik balik dalam evolusi teknologi chip AI, terutama jika klaim efisiensi dan kecepatan dapat dibuktikan di lapangan. Namun, tantangan terbesar tetap pada skala produksi dan adopsi teknologi yang masih harus diatasi secara nyata sebelum benar-benar menggeser dominasi GPU silikon.