TLDR
Badai salju akhir pekan ini diperkirakan akan mempengaruhi banyak negara bagian dan populasi yang besar. Hujan es dan kondisi es dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan di Selatan. Pengumpulan data dari pesawat membantu meningkatkan akurasi ramalan cuaca dan pemahaman tentang proses cuaca. Badai musim dingin yang sangat luas sedang berkembang dan diperkirakan akan memengaruhi 33 negara bagian di Amerika Serikat, menyentuh hampir setengah populasi negara tersebut sekitar 180 juta orang. Para ahli menyebutnya sebagai salah satu badai musim dingin terbesar dalam beberapa tahun terakhir, mirip dengan 'Storm of the Century' tahun 1993.Salju tebal diprediksi akan turun dari wilayah Pegunungan Rocky bagian Selatan hingga ke kawasan Mid-Atlantic, termasuk Washington D.C. yang bisa mengalami salah satu curah salju tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa area bisa menerima lebih dari satu kaki salju selama badai ini.Wilayah Deep South menghadapi bahaya berbeda berupa hujan beku dan es yang dapat merusak jaringan listrik dan pohon, serta menyebabkan gangguan parah pada transportasi. Daerah seperti Lower Mississippi Valley, Tennessee Valley, dan sebagian Virginia Selatan paling rentan terhadap dampak ini.Selain hujan dan salju, angin kencang dengan kecepatan hingga 30 mil per jam juga menjadi perhatian khusus, terutama di wilayah seperti Georgia Utara. Kombinasi angin dan kondisi beku dapat memperparah kerusakan dan bahaya bagi warga yang berada di luar ruangan.Untuk memantau badai ini, tim Hurricane Hunters dan pesawat NOAA G-IV sedang mengumpulkan data atmosfer penting yang akan meningkatkan ketepatan prakiraan cuaca. Data ini vital untuk mengantisipasi perubahan cepat di atmosfer dan membantu memperingatkan masyarakat lebih awal.