Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rekor Angin 405.55 km/jam (252 Mph) Dalam Hurricane Melissa: Terkuat Yang Pernah Dicatat Dropsonde

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
21 Nov 2025
1079 dibaca
2 menit
Rekor Angin 405.55 km/jam (252 Mph) Dalam Hurricane Melissa: Terkuat Yang Pernah Dicatat Dropsonde

TLDR

Hurricane Melissa mencetak rekor baru sebagai badai dengan kecepatan angin tertinggi yang tercatat.
Penggunaan dropsonde sangat penting untuk mengumpulkan data akurat selama peristiwa cuaca ekstrem.
Kerjasama antara NOAA dan NSF NCAR sangat berperan dalam meningkatkan kualitas prediksi cuaca dan mitigasi bencana.
Hurricane Melissa adalah salah satu badai terkuat yang pernah terjadi di Samudra Atlantik. Meteorolog mencatat bahwa badai ini menunjukkan intensitas sangat tinggi, tetapi yang mengejutkan adalah pengukuran angin kencang yang berlangsung hingga 252 mil per jam yang dicatat oleh alat dropsonde. Ini merupakan rekor angin kencang tertinggi yang pernah direkam pada badai tropis dengan alat tersebut.Dropsonde adalah perangkat kecil yang dijatuhkan dari pesawat ke dalam badai untuk mengukur berbagai parameter cuaca seperti suhu, tekanan, kelembapan, dan kecepatan angin. Data ini dikumpulkan selama alat itu jatuh ke permukaan laut, dan sangat berharga untuk memprediksi cuaca ekstrem dan membantu keselamatan masyarakat. Peralatan ini dikembangkan di NSF NCAR Boulder, Colorado, dan terus mengalami penyempurnaan selama lebih dari 50 tahun.Ketika National Hurricane Center melihat data angin kencang hingga 252 mph dari Hurricane Melissa, mereka meminta verifikasi dari ilmuwan NSF NCAR. Pengujian menggunakan program Aspen memastikan bahwa data tersebut valid dan tidak ada kesalahan pengukuran. Angka ini melampaui rekornya Typhoon Megi pada 2010 yang merekam angin 248 mph, yang sebelumnya dianggap sangat ekstrem.Ahli badai seperti Andy Hazleton yang memproses data tersebut sangat terkejut melihat angka angin yang jauh melewati batas pengukuran biasanya. Kecepatan angin sebesar ini terjadi hanya beberapa ratus meter di atas permukaan dan menunjukkan betapa dahsyatnya atmosfer badai Melissa ketika mencapai wilayah Karibia, khususnya Jamaika.Kerusakan besar dan korban jiwa yang hampir 100 orang di Jamaika dan negara-negara Karibia lain akibat badai ini menunjukkan pentingnya data yang akurat dan prediksi yang baik. Meskipun pemerintah AS sempat shutdown, para ilmuwan dan petugas tetap bekerja keras mengumpulkan data demi keselamatan banyak orang yang terdampak.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.