TLDR
Interaksi manusia dapat mempengaruhi lingkungan secara visual melalui seni. Karya seni dapat menciptakan kesadaran akan tanggung jawab kita terhadap perubahan iklim. Seni dan teknologi dapat digabungkan untuk mengeksplorasi hubungan antara manusia dan alam. Di World Economic Forum di Davos, sebuah instalasi seni baru bernama 'Human Atmospheres' memungkinkan pengunjung untuk 'mengubah cuaca' melalui gerakan mereka. Instalasi ini menggunakan data cuaca nyata dan teknologi kamera untuk menampilkan efek visual yang berubah seperti lukisan impresionis yang hidup.Karya ini dirancang oleh Ronen Tanchum dan studionya, Phenomena Labs, yang memadukan AI, robotika, dan algoritma waktu nyata untuk menciptakan interaksi antara manusia, teknologi, dan alam. Gerakan lambat seperti berjalan atau berputar akan memunculkan awan yang bergerak, sedangkan gerakan cepat seperti mengangkat tangan atau berputar menghasilkan efek badai dan perubahan cahaya.Tujuan instalasi ini bukan untuk mengontrol cuaca secara langsung, tetapi untuk menunjukkan bagaimana kehadiran manusia mempengaruhi lingkungan yang kompleks. Ketika tidak ada pengunjung, instalasi hanya mengikuti data cuaca nyata, sehingga terasa hidup dan dinamis sesuai kondisi sebenarnya.'Human Atmospheres' pertama kali dipajang di Davos sebagai bagian dari program seni 'At the Edge of Change' yang juga menampilkan proyek seni lingkungan lainnya. Karya ini juga telah berkolaborasi dengan musisi terkenal di acara pembukaan WEF, menampilkan simbol interaksi antara alam dan manusia dalam bentuk seni visual dan musik.Pendekatan ini menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi cermin emosional dan intelektual bagi isu-isu iklim, mendorong kesadaran dan tanggung jawab dengan melibatkan pengunjung secara langsung melalui teknologi mutakhir. Keberhasilan instalasi ini membuka peluang untuk dipresentasikan di tempat lain, meningkatkan diskusi global tentang hubungan manusia dan lingkungan.