TLDR
Chip H200 yang diproduksi Nvidia mengalami penolakan masuk ke China meskipun ada izin dari AS. Jensen Huang berupaya memperkuat hubungan bisnis Nvidia di pasar China. Ketegangan geopolitik antara AS dan China masih mempengaruhi perdagangan teknologi. Presiden AS Donald Trump telah membuka akses ekspor chip kecerdasan buatan (AI) H200 buatan Nvidia ke China setelah melunak dari kebijakan larangan sebelumnya. Langkah ini muncul setelah pertemuan penting antara Trump dan Presiden China Xi Jinping, di mana kedua negara mencoba memperbaiki hubungan dagang yang sempat tegang.Meski Nvidia melaporkan banyak permintaan untuk chip H200 dari China, penjualan tersebut belum bisa berjalan lancar. Ini disebabkan oleh pemerintah China yang belum memberikan izin resmi beredar dan bea cukai di sana menolak chip tersebut masuk ke wilayah China.Chip H200 sendiri adalah prosesor AI tercanggih kedua yang dibuat Nvidia dan diharapkan bisa menjadi primadona pasar global. Pembukaan akses penjualan ini sebenarnya membawa harapan besar bagi pasar chip dan juga Nvidia, apalagi chip ini adalah produk teknologi tinggi yang sangat strategis.Jensen Huang, CEO Nvidia, berencana mengunjungi China pada akhir Januari 2026 untuk mencoba memperlancar bisnisnya dan mungkin berkoordinasi langsung dengan para pejabat China. Rencananya ia akan menghadiri beberapa acara menjelang Tahun Baru Imlek untuk membuka peluang baru bagi Nvidia di pasar China.Meski ada harapan, hambatan politik dan peraturan masih cukup besar dan pertemuan Trump dan Xi pada April 2026 di Beijing menjadi momen penting untuk melihat apakah perdagangan chip ini bisa berlanjut dengan lebih mulus ke depan.