Elon Musk Gugat OpenAI & Microsoft Minta Kompensasi Rp2.275 Triliun
Courtesy of CNBCIndonesia

Elon Musk Gugat OpenAI & Microsoft Minta Kompensasi Rp2.275 Triliun

Artikel ini mencoba menjelaskan konflik hukum antara Elon Musk dengan OpenAI dan Microsoft terkait klaim kompensasi besar setelah Musk keluar dari OpenAI, yang menarik perhatian karena melibatkan tokoh teknologi dan nilai tuntutan miliaran dolar.

20 Jan 2026, 15.52 WIB
252 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Elon Musk mengklaim berhak atas kompensasi besar dari OpenAI setelah berkontribusi dalam pendiriannya.
  • OpenAI dan Microsoft berkonflik dengan Musk terkait klaimnya dan menilai tuntutannya tidak berdasar.
  • Musk mendirikan xAI setelah meninggalkan OpenAI, berusaha menciptakan pesaing dalam teknologi chatbot AI.
Jakarta, Indonesia - Elon Musk, salah satu pendiri OpenAI, kini menuntut kompensasi besar setelah merasa 'ditendang' dari perusahaan AI yang dibangunnya bersama. Musk mengklaim dia berhak mendapat keuntungan senilai Rp 2.24 quadriliun (US$134 miliar) atau sekitar Rp2.275 triliun atas kontribusinya di awal pembentukan OpenAI.
Menurut dokumen pengadilan, Musk menyumbang sekitar Rp 634.60 miliar (US$38 juta) untuk mendanai OpenAI, sekitar 60% dari dana awal perusahaan. Ia juga dikatakan membantu merekrut staf dan menggunakan jaringan relasinya untuk mendukung perusahaan saat baru berdiri pada tahun 2015.
OpenAI membalas dengan menyangkal tuntutan Musk, bahkan menyebutnya sebagai kampanye pelecehan terhadap perusahaan. Microsoft, yang juga berinvestasi di OpenAI, tidak memberikan komentar resmi terkait tuntutan ini.
Konflik ini semakin memanas ketika Musk mendirikan xAI, perusahaan pesaing OpenAI dengan produk chatbot AI bernama Grok. Musk juga mengkritik OpenAI karena beralih dari model non-profit ke for-profit, yang menurutnya melanggar misi pendiri awal.
Persidangan antara Elon Musk, OpenAI, dan Microsoft dijadwalkan pada April 2026 di Oakland, California. Hasil persidangan ini nantinya akan jadi titik penting dalam menentukan nasib tuntutan dan kejelasan hak pendiri startup teknologi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260120140309-37-703726/elon-musk-ditendang-minta-ganti-rugi-rp-2275-triliun

Analisis Ahli

Mary Jo White (mantan ketua SEC)
"Kasus ini menunjukkan pentingnya kejelasan kontrak dan peran pendiri di startup teknologi, terutama bila terjadi perubahan besar dalam struktur perusahaan."
Elon Musk (pengusaha teknologi)
"Kontribusi awal sangat penting dan harus diapresiasi secara adil, apalagi jika mendasarkan pada investasi, reputasi, dan jaringan yang diberikan sejak awal."

Analisis Kami

"Konflik ini menunjukkan betapa rumitnya kepemilikan dan hak pendiri dalam perusahaan teknologi besar yang melibatkan investasi awal serta perubahan struktur bisnis. Jika Musk berhasil, bisa membuka pintu klaim besar dari pendiri startup lain, namun pihak OpenAI dan Microsoft sangat mungkin kuat bertahan karena status legal dan perubahan mereka selama ini."

Prediksi Kami

Persidangan yang akan datang berpotensi menimbulkan preseden hukum terkait hak pendiri startup teknologi besar dan pembagian keuntungan dalam perusahaan yang berkembang dari non-profit ke for-profit.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diminta Elon Musk dari OpenAI?
A
Elon Musk meminta kompensasi senilai US$134 miliar dari OpenAI setelah 'ditendang' dari perusahaan tersebut.
Q
Mengapa Elon Musk meninggalkan OpenAI?
A
Elon Musk meninggalkan OpenAI pada tahun 2018 karena ia merasa perusahaan melanggar misi para pendirinya.
Q
Apa peran Elon Musk dalam pendirian OpenAI?
A
Elon Musk memberikan dukungan finansial dan reputasi di awal pendirian OpenAI, termasuk menyumbang sekitar US$38 juta.
Q
Apa yang dilakukan Microsoft terkait dengan OpenAI?
A
Microsoft memiliki investasi di OpenAI dan mendapatkan keuntungan dari kerjasama mereka dalam teknologi AI.
Q
Apa tujuan dari startup xAI yang didirikan oleh Elon Musk?
A
Startup xAI bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan buatan dan merilis chatbot AI bernama Grok untuk bersaing dengan ChatGPT.