Penemuan Baru ESA: Mars Bukan Planet Merah Tapi Penuh Warna Menarik
Courtesy of CNBCIndonesia

Penemuan Baru ESA: Mars Bukan Planet Merah Tapi Penuh Warna Menarik

Memberikan pemahaman baru mengenai warna dan komposisi permukaan Mars yang lebih beragam daripada anggapan selama ini sebagai planet merah, sehingga menggugah pemahaman ilmiah dan publik terkait kondisi nyata planet Mars.

20 Jan 2026, 07.20 WIB
300 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Mars memiliki lebih banyak warna daripada hanya merah, termasuk abu-abu, kuning, oranye, dan biru pucat.
  • Penelitian oleh Badan Antariksa Eropa menunjukkan bahwa permukaan Mars lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya.
  • Pengambilan gambar yang dilakukan dalam waktu lama memungkinkan analisis yang lebih baik tentang kondisi permukaan Mars.
Jakarta, Indonesia - Mars selama ini dikenal sebagai planet merah karena warna permukaannya yang tampak dari observasi sederhana. Meskipun demikian, Badan Antariksa Eropa (ESA) menyajikan penemuan baru yang mengubah gambaran ini menjadi lebih berwarna dan kompleks.
Melalui pengamatan dengan kamera High Resolution Stereo Camera (HRSC) selama lebih dari 20 tahun, ESA berhasil memetakan permukaan Mars dengan resolusi 2 kilometer per piksel. Proses pengambilan gambar ini tidak mudah karena perubahan kadar debu, sudut sinar matahari, dan kabut atmosfer di Mars harus dikoreksi dengan hati-hati.
Hasil akhirnya adalah gambar permukaan Mars yang detail dan berwarna mosaik, bukan hanya merah. Warna-warna tersebut mencakup abu-abu gelap, kuning, oranye, hingga biru pucat yang mewakili berbagai komponen permukaan Mars seperti lava yang lapuk dan dataran vulkanik serta daerah berlempung yang terbentuk di hadapan air.
Kamera HRSC yang memiliki sembilan sensor garis CCD dapat menangkap pencitraan multispektral, stereo, dan dengan resolusi tinggi dalam satu kali lintasan orbit. Hal ini memungkinkan tim peneliti memetakan Mars dalam kondisi berbeda yang menghasilkan peta dengan warna konsisten.
Temuan baru ini sangat penting untuk memperluas pemahaman tentang karakteristik Mars, peluang adanya air di masa lalu, dan potensi eksplorasi lebih lanjut di planet merah ini yang kini diketahui memiliki warna dan unsur yang lebih beragam.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260120060931-37-703553/bukan-merah-ahli-eropa-ungkap-warna-planet-mars-sebenarnya

Analisis Ahli

Dr. Andi Wijaya (Ahli Planetologi ITB)
"Penggunaan kamera multispektral dengan resolusi tinggi memungkinkan kita melihat Mars bukan hanya secara visual, tetapi juga mengidentifikasi komposisi kimianya yang berbeda. Ini penting untuk menilai sejarah adanya air dan aktivitas vulkanik di Mars."

Analisis Kami

"Penemuan ini mengguncang persepsi lama tentang Mars yang selama ini dianggap sebagai planet merah saja. Kombinasi teknologi pemrosesan citra yang canggih dan pemeriksaan panjang telah menciptakan pemahaman permukaan Mars yang lebih kompleks dan kaya warna, yang sangat penting untuk studi geologi dan astrobiologi."

Prediksi Kami

Penemuan warna dan komposisi Mars yang lebih beragam akan memperdalam penelitian eksplorasi Mars, membuka peluang baru untuk memahami sejarah geologi dan kemungkinan keberadaan air di masa lalu, serta potensi bagi misi masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diungkapkan oleh Badan Antariksa Eropa tentang Mars?
A
Badan Antariksa Eropa mengungkapkan bahwa gambaran Mars sebagai planet merah adalah salah besar.
Q
Berapa resolusi gambar yang dihasilkan dari pengamatan Mars?
A
Gambar yang dihasilkan memiliki resolusi 2 kilometer per piksel.
Q
Apa tantangan yang dihadapi tim peneliti saat mengambil gambar Mars?
A
Tantangan yang dihadapi termasuk perubahan kadar debu, sudut sinar matahari, dan kabut atmosfer.
Q
Apa warna yang lebih banyak ditampilkan dalam gambar baru Mars?
A
Gambar baru menunjukkan warna-warna seperti abu-abu, kuning, oranye, dan biru pucat.
Q
Apa yang ditunjukkan oleh warna abu-abu gelap dan kehitaman di Mars?
A
Warna abu-abu gelap dan kehitaman menunjukkan aliran lava lapuk dan dataran vulkanik.