
Courtesy of SCMP
Zirah Emas Dinasti Tang Pertama Ditemukan dan Direstorasi di Tibet
Mengungkap dan mengembalikan wujud fisik asli zirah berlapis emas dari Dinasti Tang agar menjadi bukti nyata sejarah peradaban dan seni perang pada masa itu serta memperlihatkan pentingnya pelestarian warisan budaya.
19 Jan 2026, 13.54 WIB
124 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Temuan baju zirah kuno dari dinasti Tang memberikan wawasan baru tentang sejarah militer Tiongkok.
- Proyek pemulihan menunjukkan pentingnya metode ilmiah dalam konservasi artefak bersejarah.
- Makam raja Tuyuhun yang ditemukan di Qinghai menyoroti kekayaan warisan budaya di wilayah tersebut.
Dulan County, Cina - Pada Januari 2024, laboratorium arkeologi dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok meluncurkan temuan unik berupa zirah emas yang diyakini milik raja suku Tuyuhun dari era Dinasti Tang. Sebelumnya, tidak ada bukti fisik nyata mengenai zirah berlapis emas tersebut, sehingga sejarah dan seni perangnya hanya bisa dibayangkan lewat puisi dan tulisan klasik.
Zirah ini ditemukan di sebuah makam kerajaan di dataran Tibet yang mengalami kerusakan akibat aktivitas penjarahan dan penggalian ilegal. Tim konservasi menghadapi tantangan besar karena kondisi setiap pelat zirah yang ditemukan dalam keadaan rapuh dan terfragmentasi.
Proses restorasi yang dilakukan tim melibatkan metode memecah keseluruhan zirah menjadi bagian kecil, membersihkan secara bertahap, dan mengamankan tiap potongan sebelum akhirnya merakit kembali secara utuh. Catatan lengkap setiap pelat dibuat demi memastikan akurasi dan keaslian bentuk saat rekontruksi.
Selain memulihkan artefak, tim juga menghasilkan video rekonstruksi yang menampilkan bagaimana zirah tersebut kemungkinan besar terlihat saat masih dipakai, memberikan gambaran visual kepada publik tentang kemegahan peralatan militer masa Dinasti Tang.
Temuan ini sangat penting untuk pemahaman sejarah militer dan budaya kuno di Tiongkok, serta menjadi bukti nyata kemewahan dan teknologi pengerjaan logam tinggi yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Penemuan ini juga mendorong kesadaran pentingnya menjaga dan melestarikan peninggalan arkeologi dari masa lalu.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3340394/chinese-team-restores-legendary-tang-dynasty-golden-armour-found-tibetan-tomb?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3340394/chinese-team-restores-legendary-tang-dynasty-golden-armour-found-tibetan-tomb?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Guo Zhengchen
"Penemuan ini memperlihatkan betapa pentingnya pendekatan sistematis dalam restorasi artefak yang rusak parah, terutama untuk menjaga nilai sejarah dan budaya agar bisa dinikmati oleh generasi berikut."
Analisis Kami
"Penemuan zirah ini adalah terobosan besar dalam bidang arkeologi Tiongkok yang selama ini hanya mengandalkan catatan tertulis dan ilustrasi untuk memahami baju besi emas era Dinasti Tang. Pemulihan detail setiap pelat dengan teknik modern menunjukkan kemajuan teknologi konservasi yang patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi pelestarian artefak serupa."
Prediksi Kami
Penemuan dan rekonstruksi zirah emas ini akan memicu penelitian lebih lanjut tentang budaya militer dan seni logam pada Dinasti Tang serta meningkatkan upaya pelestarian dan perlindungan situs arkeologi terkait di wilayah Tibet dan sekitarnya.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa yang ditemukan di makam tersebut?A
Makam tersebut merupakan milik seorang raja Tuyuhun.Q
Apa jenis baju zirah yang ditemukan?A
Jenis baju zirah yang ditemukan adalah baju zirah perunggu yang dilapisi emas.Q
Di mana makam raja Tuyuhun ini berada?A
Makam raja Tuyuhun ini berada di dataran tinggi Tibet, di provinsi Qinghai.Q
Apa metode yang digunakan dalam pemulihan artefak?A
Metode yang digunakan adalah 'memecah keseluruhan menjadi bagian dan merakit bagian menjadi keseluruhan' dengan pembersihan dan perlindungan bertahap.Q
Apa yang diungkapkan oleh Guo Zhengchen tentang proyek ini?A
Guo Zhengchen mengungkapkan bahwa mereka melakukan pemulihan secara rinci dan mencatat setiap plat baju zirah.




