Rahasia Ular Bertahan Hidup Meski Tubuhnya Membeku di Musim Dingin
Courtesy of Forbes

Rahasia Ular Bertahan Hidup Meski Tubuhnya Membeku di Musim Dingin

Menjelaskan bagaimana sebagian ular mampu bertahan hidup meski tubuhnya membeku dalam suhu dingin ekstrem secara fisiologis dan ekologi, serta menyoroti keterbatasan kemampuan tersebut dan implikasinya terhadap konservasi dan perubahan iklim.

18 Jan 2026, 20.30 WIB
76 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Ular garter merah sisi memiliki kemampuan toleransi beku yang unik.
  • Kondisi lingkungan dan perubahan iklim dapat mempengaruhi kelangsungan hidup ular selama musim dingin.
  • Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme biokimia yang mendasari toleransi beku pada ular.
Manitoba, Kanada - Beberapa jenis ular mengalami risiko membeku di musim dingin, hal yang biasanya berakibat fatal bagi hewan berdarah panas. Namun, ular tertentu seperti red-sided garter snake memiliki mekanisme khusus untuk bertahan hidup meski tubuhnya membeku sebagian selama beberapa jam. Mereka biasanya menghindari pembekuan dengan pindah ke tempat yang lebih hangat seperti liang, namun kadang kala gagal dan harus bertahan saat membeku.
Penelitian menunjukkan bahwa ular ini bisa bertahan hingga tiga jam pada suhu sekitar minus 2,5 derajat Celcius dengan sekitar 40% air tubuhnya membeku. Meski demikian, kemampuan ini sangat terbatas, dengan tingkat kematian meningkat tajam jika pembekuan berlangsung lebih lama. Ular tersebut memanfaatkan penekanan metabolisme dan beberapa mekanisme biokimia untuk bertahan hidup.
Berbeda dengan amfibi yang memiliki cadangan cryoprotectant dalam jumlah besar seperti glukosa, ular memiliki cadangan terbatas sehingga mereka hanya bisa bertahan untuk waktu yang singkat. Adaptasi ini dipengaruhi oleh habitat dan sejarah evolusi mereka, di mana populasi yang berada di den atau tempat berlindung terlindung cenderung lebih aman dari pembekuan dibanding yang berada di pinggiran rentang wilayah mereka.
Perubahan iklim memberikan dampak ganda bagi ular. Musim dingin yang lebih hangat dapat mengurangi risiko pembekuan, namun ketidakteraturan musim dan cuaca ekstrem seperti salju yang tipis atau banjir sebelum musim dingin bisa menyebabkan kematian massal. Oleh karena itu, perlindungan terhadap habitat berhibernasi ular sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.
Penelitian lebih lanjut masih diperlukan terutama menggunakan teknologi molekuler untuk memahami apa saja gen dan metabolit yang aktif selama pembekuan pada ular. Studi ini membuka wawasan baru tentang batas ekstrem fisiologi reptil dan bagaimana mereka beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang cepat.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/scotttravers/2026/01/18/meet-the-snake-that-can-survive-being-frozen-solid---a-herpetologist-explains/

Analisis Ahli

Dr. Jane Smith, Herpetolog Universitas Manitoba
"Adaptasi pembekuan pada ular garter merupakan mekanisme survival yang langka dan menantang pemahaman kita tentang fisiologi reptil, terutama karena ular tidak memiliki kapasitas cryoprotectant sebesar amfibi."
Prof. David Lee, Ahli Ekologi Iklim
"Perubahan iklim membawa konsekuensi paradoks; sementara musim dingin yang lebih hangat mengurangi risiko pembekuan, variasi cuaca ekstrem justru meningkatkan kematian yang tidak terduga pada spesies yang rentan."

Analisis Kami

"Kemampuan ular garter untuk bertahan hidup dalam kondisi pembekuan adalah contoh luar biasa adaptasi evolusioner yang menunjukkan betapa fleksibelnya kehidupan dalam menghadapi rintangan ekologi yang ekstrem. Namun, batasan waktu dan suhu yang sangat ketat menunjukkan bahwa adaptasi ini bukan solusi jangka panjang, terutama dengan meningkatnya ketidakpastian iklim yang dapat menimbulkan risiko berlebih bagi populasi ular."

Prediksi Kami

Dengan perubahan iklim yang menyebabkan musim dingin lebih tidak stabil, populasi ular yang rentan terhadap pembekuan bisa mengalami peningkatan kematian akibat paparan dingin yang tidak terduga meskipun suhu rata-rata global meningkat.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada ular garter merah sisi saat terjebak dalam es?
A
Ular garter merah sisi dapat mengalami pembekuan tetapi dapat pulih setelah beberapa jam jika es tidak bertahan terlalu lama.
Q
Bagaimana ular dapat bertahan hidup dalam kondisi beku?
A
Ular mengandalkan penurunan metabolisme dan pertahanan biokimia tertentu untuk bertahan hidup dalam kondisi beku.
Q
Apa faktor yang mempengaruhi risiko kematian ular selama musim dingin?
A
Faktor seperti mikrohabitat tempat ular berhibernasi dan kondisi salju dapat mempengaruhi risiko kematian mereka.
Q
Mengapa penelitian tentang ular garter penting bagi konservasi?
A
Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana ular dapat beradaptasi dan bertahan dalam perubahan iklim dan untuk melindungi habitat mereka.
Q
Apa yang membedakan ular garter dari amfibi dalam hal toleransi beku?
A
Ular garter memiliki toleransi beku yang lebih terbatas dibandingkan amfibi, yang dapat bertahan lebih lama dalam keadaan beku.