Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Protein C-reactive Lebih Akurat Prediksi Risiko Penyakit Jantung Daripada Kolesterol

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
24 Des 2025
25 dibaca
2 menit
Protein C-reactive Lebih Akurat Prediksi Risiko Penyakit Jantung Daripada Kolesterol

Rangkuman 15 Detik

C-reactive protein merupakan indikator yang lebih akurat untuk memprediksi risiko penyakit jantung dibandingkan kolesterol.
Gaya hidup sehat termasuk diet dan olahraga berkontribusi dalam menurunkan level C-reactive protein.
Inflamasi dalam tubuh berperan penting dalam perkembangan penyakit jantung.
Sejak lama, kolesterol menjadi indikator utama dalam menilai risiko penyakit jantung. Tapi penelitian terbaru mengungkap bahwa protein bernama C-reactive lebih akurat dalam memprediksi risiko ini. Protein ini mengindikasikan adanya inflamasi kecil di dalam tubuh yang ternyata sangat berkaitan dengan risiko penyakit jantung. C-reactive protein diproduksi oleh hati ketika tubuh sedang mengalami infeksi atau luka. Selain itu, protein ini juga meningkat karena penyakit seperti diabetes dan obesitas. Tingkat protein ini dapat diukur melalui tes darah dan tingkat yang tinggi menunjukkan inflamasi tinggi dan risiko penyakit jantung yang lebih besar. American College of Cardiology menyarankan agar pemeriksaan C-reactive protein dilakukan bersama dengan tes kolesterol mulai September 2025. Penelitian membuktikan bahwa C-reactive protein bisa memprediksi serangan jantung dan stroke lebih baik daripada kolesterol LDL, dan bahkan sebaik pengukuran tekanan darah. Inflamasi yang diukur oleh C-reactive protein menunjukkan adanya penumpukan lemak dalam pembuluh darah yang disebut aterosklerosis. Kondisi ini bisa berkembang selama bertahun-tahun dan akhirnya menyebabkan penyumbatan yang mengakibatkan serangan jantung atau stroke. Oleh karena itu, pengendalian inflamasi sangat penting. Untuk mengurangi risiko, Anda dapat mengelola level C-reactive protein dengan mengonsumsi makanan sehat seperti kacang-kacangan, sayur, biji-bijian, minyak zaitun, teh hijau, serta rutin berolahraga dan menurunkan berat badan. Selain itu, pengukuran apolipoprotein B juga penting untuk mengetahui jumlah partikel kolesterol jahat dalam darah.

Analisis Ahli

Dr. Elisabeth Barrett-Connor
Pendekatan baru ini sangat revolusioner karena menyoroti peran inflamasi yang sering terabaikan; pengukuran C-reactive protein menawarkan cara lebih peka untuk menilai risiko penyakit jantung bahkan pada pasien dengan kolesterol normal.
Dr. Paul Ridker
Sebagai peneliti utama dalam studi C-reactive protein, saya menegaskan bahwa pengukuran protein ini merupakan alat prediktif yang sangat kuat dan harus menjadi bagian rutin dari pemeriksaan kesehatan kardiovaskular.