Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Spotify Naikkan Harga Langganan Premium Mulai 2026, Fitur Baru Jadi Fokus

Finansial
Perencanaan Keuangan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
17 Jan 2026
101 dibaca
2 menit
Spotify Naikkan Harga Langganan Premium Mulai 2026, Fitur Baru Jadi Fokus

Rangkuman 15 Detik

Spotify berencana untuk menaikkan harga langganan di beberapa negara pada 2026.
Kenaikan harga tidak mengakibatkan peningkatan signifikan dalam pembatalan langganan.
Spotify berfokus pada investasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan memperluas konten.
Spotify, layanan streaming musik asal Swedia, mengumumkan akan menaikkan harga langganan premium mereka sebesar Rp 16.70 miliar (US$1 m) enjadi Rp 21.69 juta (US$12,99) di Amerika Serikat, Estonia, dan Latvia mulai Februari 2026. Kenaikan harga ini merupakan kelanjutan dari penyesuaian yang sudah dilakukan di lebih dari 150 negara, termasuk Indonesia, pada akhir tahun 2025. Strategi utama Spotify adalah mempertahankan pengguna yang sudah ada daripada mengejar pengguna baru secara agresif. Meskipun menaikkan harga, perusahaan tidak melihat peningkatan signifikan dalam jumlah pelanggan yang berhenti berlangganan, sehingga strategi ini dinilai efektif untuk mendorong pertumbuhan pendapatan. Perusahaan menginformasikan bahwa peningkatan pendapatan dari kenaikan harga langganan ini akan digunakan untuk investasi pengembangan platform dan mendukung kreator konten. Spotify juga menambah konten seperti podcast, video, dan buku audio, serta menyediakan video musik bagi pelanggan premium di beberapa negara untuk memperkaya pengalaman pengguna. Pada kuartal ketiga tahun 2025, jumlah pelanggan premium Spotify meningkat sebanyak 12% menjadi 281 juta, sementara total pengguna aktif bulanan mencapai 713 juta. Ini menunjukkan bahwa walaupun terjadi kenaikan harga, Spotify tetap mampu menarik dan mempertahankan basis penggunanya. Upaya ekspansi dan inovasi Spotify juga termasuk program monetisasi kreator dan peluncuran alat baru untuk podcaster video, di tengah persaingan ketat dengan platform lain seperti YouTube dan Netflix. Kenaikan harga ini diprediksi akan terus berlanjut dan mungkin meluas ke pasar lain di masa depan.

Analisis Ahli

Christian Luiga
Kenaikan harga langganan tidak signifikan mempengaruhi tingkat berhenti berlangganan, menunjukkan loyalitas pengguna dan efektivitas strategi perusahaan dalam menjaga pendapatan.