Spotify Ubah Struktur Kepemimpinan Hadapi Persaingan Ketat Streaming Musik
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
01 Okt 2025
72 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Daniel Ek akan beralih dari posisi CEO menjadi executive chairman di Spotify.
Spotify menghadapi persaingan ketat dari YouTube, Apple, dan Amazon.
Perubahan dalam struktur kepemimpinan diharapkan dapat memperkuat margin keuntungan perusahaan.
Pendiri dan CEO Spotify, Daniel Ek, akan mundur dari posisinya pada Januari 2026 dan beralih menjadi executive chairman dengan peran lebih fokus pada strategi jangka panjang. Perubahan ini diambil untuk memperkuat posisi Spotify menghadapi persaingan ketat di industri streaming musik.
Dengan posisi CEO baru, Spotify menunjuk dua co-CEO yaitu Gustav Soderstrom yang mengurusi teknologi dan produk, serta Alex Norstrom yang memegang bisnis pelanggan termasuk iklan, musik, podcast, dan audiobook. Mereka akan melapor langsung kepada Daniel Ek.
Spotify merupakan leader pasar streaming musik dengan hampir 700 juta pengguna bulanan dan lebih dari 100 juta lagu dalam katalognya, jauh mengungguli Apple Music yang memiliki sekitar 90 juta pelanggan. Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan margin keuntungan akibat biaya royalti yang tinggi dan model gratis berbasis iklan.
Restructuring ini juga diharapkan mampu memperbaiki efisiensi dan margin keuntungan setelah Spotify mencatatkan laba tahunan pertama pada 2024. Namun, model kepemimpinan dengan co-CEO bukan tanpa risiko karena berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan.
Beberapa analis mengkritik keputusan ini karena dapat menimbulkan kebingungan dalam pengambilan keputusan jika tidak dikelola dengan baik. Meski begitu, Spotify optimis bahwa perubahan manajemen ini akan membuat mereka lebih siap bersaing dengan YouTube, Apple, dan Amazon di masa depan.
Analisis Ahli
Dan Coatsworth
Keberadaan executive chairman sekaligus dua CEO dapat menyebabkan terlalu banyak tumpang tindih dalam kewenangan, sehingga mengganggu efektivitas manajemen Spotify.
