Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pembatalan Program Mars Sample Return NASA: Kekhawatiran Besar Untuk Eksplorasi Mars

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
17 Jan 2026
1508 dibaca
2 menit
Pembatalan Program Mars Sample Return NASA: Kekhawatiran Besar Untuk Eksplorasi Mars

TLDR

Program pengembalian sampel Mars dibatalkan karena keterbatasan anggaran.
Perseverance rover telah mengumpulkan sampel yang mungkin mengandung tanda kehidupan kuno.
China dapat menjadi pemimpin dalam misi pengembalian sampel Mars jika AS tidak melanjutkan programnya.
Program Mars Sample Return (MSR) NASA yang bertujuan membawa kembali sampel batuan dari Mars untuk dipelajari di Bumi kini dibatalkan oleh keputusan terbaru dari Senat Amerika Serikat. Misi ini sangat penting karena sampel tersebut berpotensi mengandung bukti tanda-tanda kehidupan di Mars. Meskipun anggaran NASA secara umum tidak terlalu dipotong, MSR tetap tidak didukung anggarannya dalam undang-undang pengeluaran terbaru.Misi MSR sangat mahal dan rumit, dengan perkiraan biaya mencapai 11 miliar dolar dan waktu pelaksanaan sampai tahun 2040. NASA sempat merencanakan dua opsi untuk misi ini, yakni menggunakan sistem pendaratan yang sudah teruji dengan biaya antara 6,6 hingga 7,7 miliar dolar dan opsi komersial yang harganya antara 5,8 hingga 7,1 miliar dolar. Namun, keputusan membatalkan misi MSR tetap diambil meski beberapa teknologi kritis yang dikembangkan program ini masih mendapat pendanaan terbatas.Anggaran baru NASA mengalokasikan sejumlah dana untuk pengembangan teknologi masa depan terkait Mars, dengan total 110 juta dolar untuk program Mars Future Missions. Namun dana ini jauh dari cukup untuk melanjutkan keseluruhan misi pengambilan sampel Mars. Hal ini membuat harapan untuk mengembalikan dan meneliti lebih dari 30 sampel batuan yang telah dikumpulkan oleh rover Perseverance menjadi sangat suram.Jika AS benar-benar menyerah pada program MSR, maka China bisa mendapatkan keuntungan dalam perlombaan eksplorasi Mars. China merencanakan misi Tianwen-3 yang akan mengembalikan sampel Mars lebih awal, yakni mulai diluncurkan pada tahun 2028 dan kembali ke Bumi pada tahun 2031. Hal ini menimbulkan risiko AS kehilangan peran dominan dalam eksplorasi planet merah di masa depan.Para ahli mengungkapkan bahwa pembatalan MSR merupakan sinyal negatif bagi masa depan eksplorasi luar angkasa, khususnya untuk misi yang lebih berisiko dan kompleks seperti misi manusia ke Mars. Sebagian menganggap keputusan ini menunjukkan bahwa AS belum siap menghadapi tantangan besar di luar angkasa dan perlu mengevaluasi ulang strategi serta alokasinya untuk tetap bersaing di era penjelajahan ruang angkasa selanjutnya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.