China Siap Pimpin Misi Pengembalian Sampel Mars dengan Drone Inovatif
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
25 Jun 2025
160 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Tianwen-3 China bertujuan untuk mengumpulkan dan membawa kembali sampel Mars pada tahun 2031.
Penggunaan drone dalam misi Tianwen-3 diharapkan dapat meningkatkan keragaman sampel yang diambil.
Risiko kontaminasi biologis sangat penting untuk diperhatikan saat membawa sampel dari Mars ke Bumi.
China berencana meluncurkan misi Tianwen-3 pada 2028 yang bertujuan mengumpulkan sampel tanah dan batuan dari Mars dan membawanya kembali ke Bumi pada 2031. Misi ini fokus pada pencarian tanda-tanda kehidupan masa lalu atau sekarang di planet merah.
Satu hal unik dari misi ini adalah penggunaan drone helikopter yang dilengkapi dengan lengan robotik dan cakar untuk mengambil sampel berukuran besar dari jarak hingga 100 meter dari pendarat. Selain itu, ada juga alat bor yang akan mengekstrak sampel dari kedalaman hingga 2 meter untuk menghindari pengaruh radiasi permukaan Mars.
Protokol ketat untuk menjaga keamanan dan mencegah kontaminasi biologis sedang dikembangkan sesuai dengan kebijakan perlindungan planet internasional. China juga berencana membangun laboratorium khusus untuk menganalisis dan melindungi bumi dari risiko kontaminasi exobiologis.
Pemilihan lokasi pendaratan masih dalam tahap penyisihan dengan kriteria seperti elevasi rendah, medan datar, dan wilayah antara 17 hingga 30 derajat lintang utara yang dianggap daerah terbaik untuk menemukan jejak kehidupan. Ini akan meningkatkan keberhasilan dan keberagaman sampel yang dikumpulkan.
Sementara itu, NASA mengalami kendala anggaran yang besar sehingga ada kemungkinan misi pengembalian sampel mereka batal. Jika berhasil, misi China akan menjadi salah satu yang paling penting dalam mengeksplorasi Mars dan mencari kehidupan di luar bumi.


