Apakah Saham Ferrari Bisa Bangkit Kembali Setelah Penurunan Signifikan?
Courtesy of Forbes

Apakah Saham Ferrari Bisa Bangkit Kembali Setelah Penurunan Signifikan?

Memahami apakah saham Ferrari akan kembali menguat sebagai investasi mewah yang menguntungkan, mengingat penurunan harga yang mengejutkan dan berbagai kekhawatiran terkait proyeksi manajemen dan perkembangan pasar mobil mewah serta teknologi baru seperti mobil listrik.

15 Jan 2026, 21.24 WIB
264 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Saham Ferrari mengalami penurunan yang signifikan karena kekhawatiran terkait proyeksi pertumbuhan yang lebih rendah.
  • Strategi manajemen Ferrari menekankan pada eksklusivitas produk dan kontrol terhadap pendapatan dan margin.
  • Peluncuran Elettrica sebagai mobil listrik pertama menjadi momen penting yang dapat mempengaruhi persepsi pasar terhadap Ferrari.
Maranello, Italia - Saham Ferrari telah mengalami penurunan tajam selama setahun terakhir, menimbulkan keraguan di kalangan investor soal prospek masa depan perusahaan. Hal ini terjadi setelah manajemen Ferrari gagal meyakinkan para investor dengan proyeksi pertumbuhan yang lebih rendah dari ekspektasi saat pertemuan di markas mereka di Maranello, Italia. Wajar jika para investor khawatir melihat penurunan harga yang belum juga pulih.
Bank investasi besar seperti HSBC menurunkan rekomendasi saham Ferrari dari 'beli' menjadi 'tahan' dan memangkas target harga saham dari 415 euro menjadi 345 euro. Mereka menilai pertumbuhan yang diproyeksikan oleh manajemen memang rendah, sekitar 5% untuk pendapatan dan 6% untuk laba per saham hingga 2030, yang tidak sesuai dengan harapan pasar selama ini.
Namun di sisi lain, UBS dan Bernstein Research masih optimis terhadap saham Ferrari, dengan UBS memperkirakan harga saham bisa naik hingga Rp 9.27 juta ($555) dalam 12 bulan ke depan. Bernstein bahkan menilai bahwa perusahaan masih memiliki kemampuan unik untuk mengontrol pendapatan dan margin keuntungan, sehingga potensi kenaikan saham masih terbuka lebar asalkan manajemen bisa membuktikan proyeksi yang dibuat hanyalah angka minimum.
Faktor-faktor penting yang akan menentukan arah saham Ferrari termasuk peluncuran Ferrari Elettrica, mobil listrik pertama mereka yang akan hadir di pasaran dengan harga sekitar Rp 9.69 juta ($580.000) , serta hasil laporan keuangan untuk tahun 2025 yang akan diumumkan bulan Februari. Pasar mobil mewah di Amerika Serikat dan kebijakan emisi di Eropa juga akan sangat memengaruhi performa bisnis Ferrari ke depan.
Investor saat ini menunggu dengan penuh perhatian hasil tahun 2025 dan prediksi manajemen untuk masa depan. Meski pasar barang mewah biasanya tahan banting di kondisi ekonomi sulit, fakta bahwa saham Ferrari belum juga bangkit menunjukkan ada ketidakpastian besar. Keunggulan merek Ferrari selama ini akan diuji dalam menghadapi persaingan yang bisa datang dari produsen mobil baru, termasuk kemungkinan dari produsen China.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/neilwinton/2026/01/15/ferrari-share-slide-slows-as-investors-await-financial-news/

Analisis Ahli

HSBC Global Investment Research
"Manajemen Ferrari terlalu konservatif dalam memberikan proyeksi, yang menurunkan ekspektasi pasar meskipun fundamental bisnis tetap kuat."
UBS
"Risiko kejutan negatif jangka pendek rendah, dan perbaikan hasil keuangan dapat mengembalikan kepercayaan dan memicu rerating saham."
Bernstein Research
"Ferrari memiliki keunggulan unik dalam mengontrol pendapatan dan margin, tetapi pesan perusahaan yang tidak konsisten menahan potensi kenaikan harga saham."

Analisis Kami

"Ferrari sedang menghadapi tantangan besar dalam menjaga citra eksklusivitas sekaligus memenuhi ekspektasi pertumbuhan di pasar yang kompetitif dan berubah. Jika manajemen tidak berhasil menyeimbangkan antara kemewahan dan inovasi teknologi, sahamnya dapat terus tertekan dalam jangka menengah hingga panjang."

Prediksi Kami

Saham Ferrari kemungkinan akan tetap stagnan atau mengalami kenaikan perlahan pada 2026 jika perusahaan mampu membuktikan bahwa proyeksi konservatifnya adalah batas minimum, terutama dengan dukungan produk baru seperti Ferrari Elettrica dan pasar mobil mewah yang stabil.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan penurunan nilai saham Ferrari?
A
Penurunan nilai saham Ferrari disebabkan oleh kekhawatiran investor terkait proyeksi pertumbuhan yang lebih rendah dari yang diharapkan dan kinerja perusahaan yang tidak memenuhi ekspektasi.
Q
Mengapa HSBC menurunkan peringkat saham Ferrari?
A
HSBC menurunkan peringkat saham Ferrari karena proyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba per saham yang lebih rendah, serta manajemen yang ingin menekankan eksklusivitas produk.
Q
Apa yang diharapkan UBS dari kinerja Ferrari di masa depan?
A
UBS berharap bahwa meskipun proyeksi untuk paruh pertama 2026 lebih lemah, perusahaan dapat memenuhi ekspektasi pasar dan memperkuat kepercayaan terhadap model bisnisnya.
Q
Apa yang menjadi fokus utama dalam proyeksi pertumbuhan Ferrari?
A
Fokus utama dalam proyeksi pertumbuhan Ferrari adalah pada penjualan model F80 dan peningkatan kontribusi dari produk-produk khusus yang memiliki margin tinggi.
Q
Bagaimana peluncuran Elettrica mempengaruhi persepsi investor?
A
Peluncuran Elettrica dapat mempengaruhi persepsi investor karena ini adalah Ferrari pertama yang tidak menghasilkan suara mesin, yang mungkin membuat investor ragu tentang daya tarik merek.